UTS Radiologi (ulangan)

Nha, kalo yang seru hari ini nih. UTS RADIOLOGI. 2 SKS, 6 topik kuliah dengan bahan yang buaaaannyak banget!! Dasar Aya hobinya SKS, teteup aja dengan cara seperti ini. Akibatnya, tau ndiri deh. Padahal Aya belajar sejak j5 sore, terus tidur bentar j8-11, dan belajar lagi sampe j1.30. Tapi yang ada malah hafalan Aya kecampur semuanya. Jadi bingung, schwarte tuh disebabkan oleh apa ya? Hemothorax, pneumonia, atau apa lagi itu?

Mana selain itu, Aya pake telat lagi. Hiieh..

Ayo Aya!!! Gak boleh menyerah. Inget, kamu adalah orang yang telah diberi kepercayaan olleh Allah untuk menanggung beban berat. Jangan sampai kamu berangkat perang nanti tanpa bekal sama sekali.

Relakah dirimu

Menyertai segolongan orang

Mereka membawa bekal

Sedangkan tanganmu hampa…

(Kematian, Suara Persaudaraan)

UTS Patologi Anatomi 4

Tanggal 14 kemaren, Aya ujian PA4, tentang syaraf, infeksi dan imunologi tumor. Belajarnya? Heheu, biasalah SKS. Untungnya, si PA ini cuman 1 SKS, jadi ngebut-ngebut juga insyaAllah masih bisa ngompensasi. Deu, sombong… Enggak, ini cuma untuk evaluasi aja kok.

Peta Kota Batu

MyPersonality.info Badge

Click to view my Personality Profile page

Strategi Ngerjakan Tugas Pribadi

(Terstruktur, Makalah, Seminar, dll)

(dengan deadline seminggu)

Strategi 1246

Hari 1

Hari diberikannya tugas tersebut. Cari kata kunci yang akan menjadi obyek tersebut. Biasanya dengan membaca textbook/diktat tentang topik yang bersangkutan, bisa didapatkan beberapa kata kunci yang membantu. Kadang-kadang handout juga membantu, tapi jarang sih…

Selain cari kata kunci, ada hal yang harus diperhatikan supaya tugas kita tuh keren dan sistematis, yaitu menyusun kerangka. Ini penting supaya kita (terutama jika tugasnya dikerjakan secara kelompok) gak membuang waktu untuk mencari data yang ternyata gak akan kita pergunakan.

Oya, jangan lupa mencantumkan alamat sumber, pengarang, tahun, judul dan penerbit. Biasanya setelah makalah jadi, kepentoknya di sini. Karena udah ilang semua, jadinya ngarang-ngarang gitu deh…

Hari 2

Cari sumber di internet, jurnal, textbook atau ensiklopedi.

Jika yang dicari adalah textbook, berikan waktu yang lebih lama, karena textbook biasanya bahasa Inggris, dan gak bisa copy paste.

Jangan lupa tambahkan gambar-gambar yang berhubungan.

Kalo memang harus pake power point, usahakan cari audiovisual supaya hasilnya keyen…

Hari 4

Rangkum hasil pencarian dan sesuaikan dengan kerangka. Tambahkan gambar dan sebagainya.

Hari 6

Finishing pekerjaan, seperti editing, layouting (kalo disuruh seh…), usahakan sesuai dengan aturan pembuatan karya tulis ilmiah. Gak lucu dong, kita udah bagus-bagus presentasi, eh… makalahnya malah diprotes.

Nah, mbuat slidenya terserah, bisa di awal, barengan atau setelah makalah selese. Kan insya Allah gampang tuh, semua data udah dari makalah. Mungkin kalo mau nambahin data yang unik, boleh dikerjakan sebelumnya.

Strategi Kuliah di Kedokteran

Strategi ABC

A : Baca textbook sebelum kuliah. At least, baca sub-judulnya doang lah. Masa gitu aja nggak bisa? Soalnya, jika kita tau apa yang akan kita pelajari, insya Allah untuk membuat catatan efektif akan lebih mudah. Kan kita tau mana yang penting untuk dicatat dan mana yang cuma basa-basi dosennya aja.

B : Baca handout dan dengerin rekaman setelah kuliah. Untuk menguatkan memori, perlu pengulangan.

C : Baca handout, catatan & soal sewaktu mau ujian. Seperti kata pepatah, pengalaman adalah guru terbaik. Jadi, soal-soal kakak kelas adalah gambaran besar yang sangat efektif membantu kamu menemukan point utama dan esensial dari topik tersebut.

Rekam Audio

Dengan harapan dapat mengulang kuliah dosen yang tipe-tipenya non textbook. Seperti dr. Andi Ansharullah, dr. Jack, dll. Cirinya, slidenya tuh singkat banget. Cuma kata-kata kunci aja. Dr. Andi biasanya malah cuma gambar skematis doang, minim keterangan. Tapi biasanya kuliah dosen yang model begini nih yang malah sangat penting. Soalnya, penjelasan mereka biasanya gak bisa kita cari di textbook. Membuatnya unik dan orisinil. Rekaman juga bisa membantu melengkapi catatan kalo dosennya ngomong cepet, kayak dr. Loeki.

Catatan kuliah

Penjelasan perslide yang disampaikan oleh dosen. Biasanya kita kan males tuh, nyatet hal-hal yang udah kita ketahui. Ya tho? Nah, daripada nganggur gak nyatet, mending buat jangkar informasi. Maksudnya, buat hubungan antara informasi yang sudah kita ketahui dengan informasi yang baru aja didapat. Konon katanya, jangkar tuh memudahkan recalling. Pas ntar ditanya sama PPDS di Rumah Sakit, bisa dengan mudah njawabnya. Asyik gak tuh?

Oh ya, rapikan catatan. Okelah, kalo darurat nyatetnya nyampur semua pelajaran dalam satu buku. Tapi jangan lupa disalin lagi! Kalo gak, sama aja bo’ong. Dan kita akan benar-benar sangat kesulitan mencari suatu informasi, apalagi merecallnya. Wong tulisannya aja acak adul.

Mengulang

Seperti kata Aristoteles (kaleee… kalo nggak Einstein, sih), pengulangan adalah induk keterampilan. Konon katanya, suatu informasi akan mencapai puncak ingatan dalam 1 jam, dan akan menurun sampai 20% setelah 24 jam. Karenanya, pengulangan memberikan pesan pada otak bahwa informasi itu adalah penting, dan akan disimpan dengan rapi.

Pengulangan ideal yaitu 1 hari setelah kuliah, kemudian 1 minggu, kemudian 1 bulan, kemudian 6 bulan, dan insya Allah setelah itu, informasi tersebut telah berubah menjadi informasi jangka panjang yang gak perlu mikir lagi untuk merecallnya.

Kunci Jembatan

Suatu lipatan kertas yang berisi keterangan super-ringkas. Soalnya, dia diringkaskan dari catatan, yang padahal catatan kan udah sangat ringkas dari handout dan textbook. Yah, kayak kerpe’an gitu deh…Isinya bisa ringkasan, akronim, bagan, lajur, panah-panah gitu, atau simbol-simbol. Bisa juga disisipkan printed picture yang dikecilin, untuk mempermudah recalling. Nah, karena tujuan utamanya adalah recalling, buat catatannya seringkas mungkin, dan efisien. Ambil materi-materi esensial yang harus diingat, atau materi pengayaan yang susah dihafal. Benda ini akan sangat berguna ketika di Coass nanti, dimana kita bakal butuh banget recall secara cepat. Percaya gak???

Pembunuh cilik jenius…

….Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian
Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya
ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan
berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang
mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala
sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang
sering saya temui di cerita TV.

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.

Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?

Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum
genap berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di
daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang ‘keamanan’ yang begitu tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.

“siapa yang bunuh ayah saya!” teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.
“Gue terus kenapa?” ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya. Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.

“Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!” ujar kepala lapas yang
ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.

Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.

Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah
membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu
wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras. Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar
penjara ke dua kalinya.

Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi
membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruangan ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.

Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih
berada di sebuah kepala bocah. Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke
rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!

Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga
seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.

Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. Tulisnya
singkat.

Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak
lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, polisi bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain. Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan!

 

Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu
universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya
merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

 

Cerita Pertama:

Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya.

Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang:

“kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:

“Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan- habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya.

Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.

Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.

Saya beri Anda satu contoh: ReedCollegemungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi.Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah.

Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

 

Cerita Kedua

Saya: Cinta dan Kehilangan

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda.Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.
Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikanoleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama,Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan
maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga
Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut- turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takhut malu atau gagal- tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian.Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu.Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.

Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya adakata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.

 

Surat Untuk ADS

Kepada para pemuda yang asas keimanannya adalah hati yang cerdas

Asas keikhlasannya adalah nurani yang jernih

Asas semangatnya adalah kemauan yang kuat

Kepada para pemuda sang pencerah

Di setiap langkah kita adalah investasi kebangkitan ummat

Di setiap untaian doa kita adalah rahasia kekuatan

Dan di setiap kepalan semangat kita

Adalah pengibar panji-panji kemenangan yang sempat padam.

 

Beginilah jalan dakwah ini selalu mengajarkan pada penggeraknya untuk tetap bersabar dengan lama dan penjangnya jalan mencapai tujuan, untuk terus menambah kekuatan menghadapi liku-liku perjuangannya. Beginilah jalan dakwah ini selalu mengajarkan pada kita untuk tetap teguh dan tak pernah berhenti bergerak meski dengan segala keterbatasan sebagai bentuk ujian.

 

Setiap potongan waktu adalah momentum, setiap penggal masa adalah kesempatan. Waktu, yang dengannya dakwah ini akan terus berputar, tidak mengenal kata henti. Saudaraku, sudah tak selayaknya kita terus memberikan alasan yang sama untuk ketidaklulusan kita pada ujian yang sama. SDM mungkin akan menjadi alasan terpopuler ketika amanah dakwah ini berjalan dengan tersendat-sendat. Bahkan mungkin kita akan merasa bosan dengan alasan-alasan serupa yang keluar dari keluh kesah kita, tapi ALLAH tak akan pernah bosan menguji kita dengan masalah yang sama hingga kita benar-benar lulus menghadapi masalah tersebut dengan prestasi yang luar biasa. Bukan saatnya memperbesar masalah tapi bangkit dan menemukan rumus canggih untuk menyelesaikan masalah.

 

Dakwah ini hanya akan dipikul oleh orang-orang yang mampu melangkah terus, yang tidak mundur, dan tidak berhenti yaitu oleh orang yang “KREATIF”. Jiwa-jiwa mereka kreatif menemukan celah dan terobosan untuk menjaga diri agar tidak patah, agar tidak berhenti ketika dakwah ini butuh pengorbanan berlipat. Kita tidak akan berhenti, karena kita punya banyak cinta di sekeliling kita.

 

Begitu banyak cinta yang menjadikan seseorang yang tadinya tak sanggup bertahan akhirnya mampu bangkit meski tertatih-tatih. Cinta manalagi yang akan membuat kita sanggup hidup bersama dakwah ini kalau bukan cinta-NYA, Sang Maha Pencinta terhada hamba-hamabNYA. Ya, untuk mendapatkan cintaNYA lah yang akan terus membuat kita berkorban dengan segala daya dan upaya. Dan karena cintaNYA lah kaki ini pun akan sampai pada surga yang telah dijanjikan. Dakwah ini akan tetap tegak karena banyak tangan-tangan yang merindukan cinta yang sebenarnya — Cinta Yang Hakiki. Kita tidak akan berhenti, karena kita harus menjadi pelita bagi lingkungan.

 

Dakwah ini akan terus menyuguhkan tantangan bagi penggeraknya. Ketika dunia pelajar semakin dipenuhi dengan pilihan-pilihan yang menggiurkan untuk membuat pelajarnya semakin cinta dunia. Ketika pelajar dihadapkanpada kondisi yang sering membuat mereka lupa akan tujuan akhir mereka : akhirat yang sejati, karena menurut mereka, “Mumpung masih muda mbersenang-senang dululah di dunia”. Siapa lagi yang akan menarik tangan mereka, menyelamatkan mereka kalau bukan dakwah ini. Ya… dakwah ini akan tetap tegak dengan segala resikonya, karena lingkungan dakwah ini butuh pelita. Kita tidak akan berhanti, karena kita punya mimpi.

 

Mimpi, cita-cita?? Dakwah ini pasti punya. Masihkah kita ingat mimpi dan cita-cita dakwah ini??? Atau masihkah kita ingat kita pernah punya mimpi dan cita-cita bersama dakwah ini??

Mimpi dan cita-cita, yang didalamnya termaktub sebuah tekad, semangat dan kerja, yang seringkali membuat seseorang tak mau berhenti. Besrkan mimpi dan cita-cita bersama dakwah ini. Karena mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok. Hari ini akan menjadi saksi, semangat mengukir dan mewujudkan mimpi akan berkobar kembali!!!

 

(By HRD TDS/Tim Dakwah Sekolah, Juni 2007)

Jika Engkau Hendak Memerdekakan Suatu Kaum…

Jika engkau hendak memerdekakan suatu kaum, maka carilah hal apa yang hendak engkau merdekakan.. ..

Jika engkau hendak memerdekakan suatu kaum, maka pahamilah apa yang kaum itu butuhkan….

Jika engkau hendak memerdekakan suatu kaum, maka kumpulanlah seluruh mimpi- mimpi itu dalam sebuah semangat…

Jika engkau hendak memerdekakan suatu kaum, maka beranikanlah diriu untuk memulai….

Jika engaku hendak memerdekakan suatu kaum, maka engertilah bahwa kaum itu tetap kepunyaan Tuhan, dan kita hanya oarng yang di beri tanggung jawab saja…

Jika engkau hendak memerdekakanan suatu kaum., maka yakinkanlah bahwa kita ada….

Jika engkau ingin melakukan itu semua, maka merdekakan dirimu dulu….

Semangat teman….

kalau kau inginkan memajukan bangsa ini, atau hal- hal lain yang ingin kau majukan….

Kampus kecil kitalah yang akan menjadi salah satu pijakkan kau teman…!!!!

 

« Entri lama