(Translated from : How to Succeed at Anything, 10 Maret 2009, Aran at Grad School)
Ada sebuah kabar baik untuk anda :
Bakat ternyata tidak berharga. Dan anda bisa menjadi kelas dunia dalam bidang apapun yang anda mau.
Tetapi ada kabar buruknya :
Resepnya membutuhkan suatu komitmen absolut : 3-4 jam sehari membuang kesenangan untuk berlatih intensif, dan 15-18 jam seminggu untuk berkutat di bidang yang bersangkutan… selama sepuluh tahun. Anda harus selalu mendapat tidur malam yang cukup. Dan anda tidak dapat mengejar seseorang yang telah memulai terlebih dulu dari anda.
Simak beberapa kutipan penelitian di bawah ini.
Memori para ahli untuk stimulus yangmewakili bidang mereka jauh lebih baik dibandingkan dengan orang yang kurang ahli.
Teknik interview yang dipergunakan untuk menyaring programer baru : Tunjukkan sebuah program. Beri mereka waktu untuk mempelajarinya. Tutup kembali. Beri mereka waktu istirahat sebentar. Minta mereka untuk membuatnya kembali.
Orang dewasa menunjukkan tingkatan yang lebih jauh dari tingkat maksimal mereka meskipun untuk tugas yang sering mereka lakukan… “Itulah sebabnya kami memiliki terlalu banyak hal untuk diperbaiki, atau tidak tahu bagaimana seharusnya kami berlatih, atau tidak cukup peduli untuk perbaikan, atau malah gabungan dari ketiga kondisi ini.”
Pepatah “Lakukan yang Terbaik (Do Your Best)” adalah nasihat yang sangat sulit untuk diikuti.
Ketika Tchaikovsky meminta dua orang violis terbaiknya untuk memainkan konserto biolanya, mereka menolak, menganggap bahwa tugas itu terlalu sulit. Hari ini, violis elit menganggap konserto ini adalah bagian dari repertori standar.
“Kelas Dunia” adalah target yang bergerak. Rekor dunia selalu dipecahkan oleh orang lain yang memiliki sumberdaya lebih dan berlatih lebih keras.
Untuk membuat pencapaian yang menonjol, pertama seseorang harus mencapai tingkat ahli dan kemudian ia harus melewati pencapaian orang-orang menonjol di sekitarnya dan membuat kontribusi inovatif untuk bidangnya.
Aturan “10 Tahun”
Adalah normal bahwa seorang dewasa membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk mendapatkan kosa kata dewasa mereka.
Waktu yang dibutuhkan seorang pemain catur sejak pertama ia mengenal aturan main catur hingga mendapatkan status master catur internasional adalah sekitar 11,7 tahun bagi yang belajar catur setelah usia 11 tahun.
J.R Hayes menyatakan bahwa pengalaman 10 tahun juga sangat berguna dalam bidang lain, yaitu komposisi musik. “Aturan 10 Tahun” temuan Simon dan Chase didukung oleh data dari berbagai bidang : musik, matematika, tenis, renang, dan lari jarak jauh. Periode persiapan yang panjang dapat juga dihubungkan dengan bidang kepenulisan dan penelitian. Dalam bidang lain, keahlian tingkat tertinggi dapat ditunjukkan seseorang setelah berlatih lebih dari 10 tahun : eveluasi ternak, diagnosa Roentgen, dan diagnosa medis. Motivasi Motivasi dan ketekunan sangan penting untuk mencapai hasil yang menonjol. “On Practice” Telah ditemukan baru-baru ini bahwa hanya ada hubungan lemah sampai sedang antara penampilan yang didapatkan dengan jumlah latihan dan pengalaman. Kami mengajukan alasan dari hal tersebut adalah adanya definisi yang samar terhadap makna latihan. Haruslah dianalisa kembali jenis aktivitas seperti apa yang dapat disebut sebagai latihan itu. Kami mencari perbedaan antara aktivitas yang tujuan utamanya adalah mendapatkan dan meningkatkan keahlian dengan aktivitas sehari-hari dimana pembelajaran juga masih bisa didapatkan tanpa sengaja. Berdasarkan pengalaman pendidikan beribu tahun lamanya, dan sejalan dengan penelitian laboratorium terhadap pembelajaran dan kemahiran, sejumlah kondisi untuk yang dapat mengoptimalkan pembelajaran dan peningkatan kemampuan telah ditemukan. Kondisi yang paling mempengaruhi adalah motivasi subyek untuk menyelesaikan tugas dan menggunakan segenap upaya untuk untuk meningkatkan penampilan mereka. Ditambah lagi, desain tugas haruslah mempertimbangkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya, sehingga mereka dapat mengerti dengan baik setelah suatu periode instruksi diberikan. Subyek harus segera menerima informasi feedback dan pengetahuan dari hasil yang akan mereka dapatkan. Subyek harus mengulangi tugas yang sama atau serupa. Tidak adanya feedback yang adekuat, menyebabkan pembelajaran yang efisien tidak mungkin tercapai dan subyek yang termotivasi hanya mendapatkan perbaikan yang sedikit dibandingkan dengan semangatnya. Oleh sebab itu, pengulangan tidak secara otomatis membawa pada peningkatan kemampuan, terutama akurasi dari penampilan. Penelitian menunjukkan bahwa subyek termotivasi yang diberi eksposur tugas berulang tidak menjamin akan tercapainya penampilan terbaik dari level tertinggi. Analisa metode subyek menunjukkan bahwa seringkali strategi yang tidak adekuat dapat mengurangi peningkatan kemampuan.