Kesiapan Tenaga Medis dalam Menyambut AFTA 2010

AFTA 2010, Indonesia masih sebagai pangsa pasar?

Pergantian tahun 2010 telah begitu dekat di ambang pintu. Berbagai macam agenda negara telah terlaksana. Akan tetapi, dekatnya tahun tersebut kini menimbulkan kekhawatiran baru, terutama di kalangan penyedia layanan kesehatan di Indonesia. Tahun 2010 berarti saatnya dilaksanakan perjanjian antar negara tetangga di ASEAN berupa AFTA, Asean Free Trade Area, atau bisa disebut juga Area Pasar Bebas ASEAN.

Perjanjian AFTA atau ASEAN FreeTrade Area (AFTA) dibuat pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. Awalnya AFTA ditargetkan menjadi perwujudan kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN. Rencana ini ditujukan untuk menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia yang akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003, dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.

Kesepakatan itu disetujui oleh 6 negara anggota. Karena dalam perjalanannya ASEAN mengalami pertambahan anggota, sehingga AFTA dilaksanakan secara bertahap. Idealnya, pembebasan semua bea masuk di 6 negara pendiri ASEAN telah dilaksanakan di tahun 2003, dan di tahun 2010 untuk negara sisanya. Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura dan Thailand, dan bagi Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015. Ini semua adalah target maksimal.

Dalam hal kesiapan tenaga medis menyambut AFTA 2010 di Indonesia, banyak kalangan masih meragukan daya saing rumah sakit Indonesia jika dibandingkan dengan rumah sakit negara tetangga, sebut saja Singapura atau Malaysia. Jangan bayangkan dulu ketika nanti setelah AFTA berlaku. Saat ini saja ketika Pasar Bebas masih belum dilaksanakan pun, sudah menjadi rahasia umum bahwa begitu banyak warga Indonesia yang berobat ke negeri jiran tersebut, terutama untuk mencari pelayanan kesehatan profesional yang memuaskan. Masih banyak rumah sakit di Indonesia yang belum mampu memberi layanan berkualitas dan efisien sehingga dapat bersaing dengan rumah sakit-rumah sakit negara tetangga. Melihat kenyataan ini, tidaklah aneh jika Indonesia masih ditengarai hanya akan menjadi pangsa pasar dalam era Pasar Bebas ASEAN nanti.

Adang Bachtiar, Ketua Pusat Kajian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di Jakarta, Sabtu (5/7/2008) di website www.klikdokter.com mengatakan, ”Diberlakukannya AFTA 2010 bisa jadi ancaman sekaligus peluang bagi rumah sakit di Indonesia. Dengan 10-15 persen rumah sakit mampu bersaing dengan layanan kesehatan di Singapura dan Malaysia, kita tampaknya lebih siap sebagai pangsa pasar.”

Bertanding Kualitas

Mari kita menengok ke negara tetangga untuk bertanding kualitas. Tidak perlu terlalu banyak. Cukup ke negeri jiran yang telah berkompeten dalam pelayanan kesehatan internasional, Singapura dan Malaysia. Yang pertama kita akan ke negara jiran yang kecil, Singapura. Singapura memiliki sistem kesehatan kelas dunia yang telah menjadi teladan model administrasi tim kesehatan presiden Obama, yang kemungkinan akan mereformasi sistem kesehatan di Amerika Serikat. Sistem kesehatan Singapura juga diakui oleh WHO sebagai yang terbaik di Asia, yang kemudian diikuti oleh Hong Kong dan Jepang. Pada tahun 2003, the Political and Economic Risk Consultancy (PERC) memberikan Singapura ranking ketiga sebagai sistem kesehatan terbaik sedunia. Padahal Singapura hanya memiliki 12 rumah sakit dan fasilitas medis lain. Tetapi semuanya telah terakreditasi oleh the Joint Commission International (JCI), suatu badan yang telah mengakreditasi administrasi akuntansi sepertiga institusi medis di seluruh Asia. Singkatnya, segala jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dapat diperoleh di Singapura dengan biaya yang rasional dan pelayanan yang baik.

Berikutnya negara persemakmuran Malaysia. Dalam sepuluh tahun terakhir, Malaysia telah menjadi tujuan utama penduduk internasional untuk pelayanan kesehatan. Dengan standar kualitas yang tinggi, peralatan yang canggih, harga yang kompetitif dan keahlian yang mumpuni, Malaysia telah mencatatkan diri sebagai negara yang berkembang pesat dan menjadi tujuan dalam turisme kesehatan. Ditambah lagi dengan bahasa Inggris yang telah menjadi bahasa sehari-hari, sehingga orang asing yang berobat ke sana relatif tidak mendapatkan masalah komunikasi, meski dengan level pelayanan yang terkecil.

Insan perwakilan dari kaum akademis Malaysia, Prof. Dr. Syed Mohamed Aljunid dari Universitas Kebangsaan Malaysia mengatakan, ”Masyarakat itu mencari layanan kesehatan berkualitas dan efisien dalam biaya. Layanan kesehatan di Indonesia sering dikeluhkan mahal dan hasilnya tidak memuaskan. Lebih dari 50 persen habis untuk obat-obatan. …”

Medical Tourism, Bentuk Globalisasi Pelayanan Medis

Selain tantangan AFTA yang akan dihadapi oleh tenaga medis Indonesia, ada pula wacana baru dalam bidang kesehatan global yang harus diwaspadai potensinya. Belakangan ini telah berkembang Medical Tourism, atau Turisme Kesehatan di kalangan penyedia layanan kesehatan di seluruh dunia. Wacana apa ini? Medical Tourism (disebut juga Medical Travel, Health Tourism atau Global Healthcare) adalah suatu definisi yang digunakan oleh agen travel dan media massa untuk mendeskripsikan pesatnya perkembangan travelling melewati batas antar negara dengan tujuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Faktor yang mendorong terjadinya peningkatan angka Turisme Medis adalah disebabkan tingginya angka pelayanan kesehatan, panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk menunggu prosedur tertentu, kemudahan kunjungan internasional, dan peningkatan teknologi dan standar pelayanan kesehatan di banyak negara. Para turis ini biasanya datang dari Dunia Pertama, seperti Eropa, Timur Tengah, Jepang, Amerika Serikat dan Kanada. Hal ini disebabkan besarnya populasi di negara asal, tingkat kesejahteraan yang secara umum relatif baik, besarnya biaya kesehatan yang ditawarkan di negaranya, dan meningkatnya ekspektasi terhadap pelayanan kesehatan.

Mari kembali menengok ke negeri jiran yang menjadi referensi para wisatawan mancanegara untuk tujuan Turisme Medis, yaitu Malaysia. Menteri Pariwisata Malaysia, Dato’ Sri Azalina Othman Said, menyatakan dalam wawancaranya dengan The Jakarta Post pada 20 Januari 2009, bahwa pelayanan kesehatan yang sering dipesan para wisatawan antara lain penggantian sendi, operasi pintas jantung, bedah kosmetik dan perawatan gigi.

Ada banyak faktor yang membuat Malaysia menjadi laris dikunjungi para pasien wisatawan itu. Antara lain karena Malaysia memiliki dokter-dokter dan tenaga medis dengan kualifikasi tinggi, terlatih dan berpengalaman. Pasien-pasien asing itupun merasa nyaman dengan beragamnya kultur Malaysia dan staf medis yang multilingual. Bahasa Inggris yang dipakai secara luas dan sudah menjadi bahasa keseharian mempermudah komunikasi antara pasien asing dengan staf medis. Selain itu, situasi politik yang relatif tenang dan stabil membuat wisatawan tidak khawatir dengan stabilitas keamanan di sana.

Kreatifitas Untuk Peningkatan Pelayanan

Setelah berjalan-jalan ke negara tetangga, mari kita kembali ke negara kita. Untuk mengantisipasi perdagangan bebas ASEAN atau ASEAN Free Trade Area 2010 di bidang layanan kesehatan, mutu rumah sakit di Indonesia perlu ditingkatkan agar pasien tidak mencari layanan kesehatan ke negara-negara tetangga, yang disertai dengan pengembangan pariwisata medis. Harus diakui, dari segi kualitas, kondisi sebagian rumah sakit di Indonesia memprihatinkan. ”Menghadapi AFTA 2010, kini akselerasi akreditasi nasional bagi semua rumah sakit sedang dilakukan,” kata Ketua Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Adib Yahya, Senin (7/7/2008) di Jakarta. Saat ini baru 40-50 persen dari total jumlah rumah sakit di Indonesia terakreditasi nasional. Unsur manajemen RS yang terkait akreditasi nasional, di antaranya, sistem administrasi RS, fasilitas pelayanan medis, keperawatan, dan manajemen keselamatan pasien.

”Kami targetkan, tahun 2009 mendatang, sekitar 75-80 persen seluruh rumah sakit di Indonesia telah memenuhi standar nasional,” ujarnya. Untuk standardisasi, pemerintah sebatas memberi panduan dan mengakreditasi. Sementara itu, RS yang telah terakreditasi nasional diharapkan dapat meningkatkan mutunya agar mencapai standar internasional (joint commission international-JCI). ”Agar minat pasien luar negeri berobat ke Indonesia meningkat, kami akan mencanangkan pariwisata medis November nanti, seperti negara-negara tetangga,” ujarnya.

Kedepannya, insan medis Indonesia haruslah mengejar kemajuan teknologi bidang medis yang dimiliki negara tetangga. Untuk itu, tidaklah melulu dengan diperlukan biaya yang tinggi, dengan sedikit kreatifitas layanan kesehatan niscaya akan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan, minimal masyarakat mendapatkan nilai efisiensi dalam usahanya mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas ditengah krisis yang makin menjerat.

Upaya perlindungan Tenaga Kerja Dalam Negeri

Selain berdampak makin maraknya pasien berobat ke luar negeri, AFTA 2010 juga bisa memicu meningkatnya migrasi petugas kesehatan, seperti para perawat ke negara-negara tetangga terutama Singapura dan Brunei Darussalam. ”Setiap petugas kesehatan berhak bermigrasi,” kata Mukti Reksoprojo, pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). Termasuk juga tenaga medis asing yang berimigrasi ke Indonesia. Nantinya, dibutuhkan suatu mekanisme perlindungan tenaga medis dalam negeri untuk dapat bersaing secara sehat dengan banjirnya tenaga medis dari luar negeri.

Hal ini sepertinya telah disadari oleh Dinas Kesehatan di Surabaya. Dinas Kesehatan Kota Surabaya menghimbau agar tenaga medis di Kota tersebut berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensinya di bidang kesehatan. Sebab menjelang pemberlakuan pasar bebas tahun depan, tenaga asing dapat dengan bebas masuk dan praktek di kota pahlawan ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, dr. Esty Martiana Rachmie mengatakan saat ini setidaknya ada tiga investor asing yang berminat masuk ke Kota Surabaya. Mereka berniat mendirikan Rumah Sakit serta pelayanan kesehatan di kota metropolis ini. Menurut dr. Esty, selama ini belum ada peraturan khusus yang mengatur keberadaan tenaga medis asing di Indonesia. Saringan atau screening awal tenaga asing yang bekerja di Indonesia hanya diatur di Departemen Kesehatan. “Seharusnya kalau masuk ke suatu daerah harus mengikuti Peraturan Daerah tersebut. Misalnya kepengurusan Surat Ijin Praktek, cakupan wilayah kerja dan lain-lain,” jelasnya.

Karena itu, untuk mengantisipasi membludaknya tenaga kesehatan asing yang masuk ke kota metropolis, Dinkes Kota Surabaya menyiapkan Perda, yaitu Perda Sistem Kesehatan Kota. dr. Esty berharap akhir tahun ini, Perda tersebut dapat digulirkan. Sehingga saat pasar bebas diberlakukan, Dinkes sudah siap menghadapinya.

Kota Surabaya telah memberikan pelajaran pada kita. Indonesia sebagai negara yang tidak menutup dirinya terhadap pergaulan dengan negara lain tetap harus mengantisipasi efek derasnya arus globalisasi terhadap rakyatnya sendiri. Karenanya, diperlukan suatu mekanisme yang mempu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang pelayanan kesehatan. Sehingga SDM yankes Indonesia mampu bersaing baik dengan tenaga asing yang masuk ke dalam negeri, maupun ketika mencoba peruntungan berpraktik di luar negeri. Karena saat ini bukan hanya AFTA yang di depan mata saja yang mampu menjadi tantangan (atau kalau mau dibilang, potensi) kita semua, tetapi juga tren Medical Tourism yang menuntut peningkatan kualitas yang signifikan dan komprehensif bagi tenaga kesehatan Indonesia. Masih belum terlambat bagi kita untuk memulai…

Resep untuk Menjadi Kelas Dunia (World Class) dalam Bidang Apapun

(Translated from : How to Succeed at Anything, 10 Maret 2009, Aran at Grad School)

Ada sebuah kabar baik untuk anda :

Bakat ternyata tidak berharga. Dan anda bisa menjadi kelas dunia dalam bidang apapun yang anda mau.

Tetapi ada kabar buruknya :

Resepnya membutuhkan suatu komitmen absolut : 3-4 jam sehari membuang kesenangan untuk berlatih intensif, dan 15-18 jam seminggu untuk berkutat di bidang yang bersangkutan… selama sepuluh tahun. Anda harus selalu mendapat tidur malam yang cukup. Dan anda tidak dapat mengejar seseorang yang telah memulai terlebih dulu dari anda.

Simak beberapa kutipan penelitian di bawah ini.

Memori para ahli untuk stimulus yangmewakili bidang mereka jauh lebih baik dibandingkan dengan orang yang kurang ahli.

Teknik interview yang dipergunakan untuk menyaring programer baru : Tunjukkan sebuah program. Beri mereka waktu untuk mempelajarinya. Tutup kembali. Beri mereka waktu istirahat sebentar. Minta mereka untuk membuatnya kembali.

Orang dewasa menunjukkan tingkatan yang lebih jauh dari tingkat maksimal mereka meskipun untuk tugas yang sering mereka lakukan… “Itulah sebabnya kami memiliki terlalu banyak hal untuk diperbaiki, atau tidak tahu bagaimana seharusnya kami berlatih, atau tidak cukup peduli untuk perbaikan, atau malah gabungan dari ketiga kondisi ini.”

Pepatah “Lakukan yang Terbaik (Do Your Best)” adalah nasihat yang sangat sulit untuk diikuti.

Ketika Tchaikovsky meminta dua orang violis terbaiknya untuk memainkan konserto biolanya, mereka menolak, menganggap bahwa tugas itu terlalu sulit. Hari ini, violis elit menganggap konserto ini adalah bagian dari repertori standar.

“Kelas Dunia” adalah target yang bergerak. Rekor dunia selalu dipecahkan oleh orang lain yang memiliki sumberdaya lebih dan berlatih lebih keras.

Untuk membuat pencapaian yang menonjol, pertama seseorang harus mencapai tingkat ahli dan kemudian ia harus melewati pencapaian orang-orang menonjol di sekitarnya dan membuat kontribusi inovatif untuk bidangnya.

Aturan “10 Tahun”

Adalah normal bahwa seorang dewasa membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk mendapatkan kosa kata dewasa mereka.

Waktu yang dibutuhkan seorang pemain catur sejak pertama ia mengenal aturan main catur hingga mendapatkan status master catur internasional adalah sekitar 11,7 tahun bagi yang belajar catur setelah usia 11 tahun.

J.R Hayes menyatakan bahwa pengalaman 10 tahun juga sangat berguna dalam bidang lain, yaitu komposisi musik. “Aturan 10 Tahun” temuan Simon dan Chase didukung oleh data dari berbagai bidang : musik, matematika, tenis, renang, dan lari jarak jauh. Periode persiapan yang panjang dapat juga dihubungkan dengan bidang kepenulisan dan penelitian. Dalam bidang lain, keahlian tingkat tertinggi dapat ditunjukkan seseorang setelah berlatih lebih dari 10 tahun : eveluasi ternak, diagnosa Roentgen, dan diagnosa medis. Motivasi Motivasi dan ketekunan sangan penting untuk mencapai hasil yang menonjol. “On Practice” Telah ditemukan baru-baru ini bahwa hanya ada hubungan lemah sampai sedang antara penampilan yang didapatkan dengan jumlah latihan dan pengalaman. Kami mengajukan alasan dari hal tersebut adalah adanya definisi yang samar terhadap makna latihan. Haruslah dianalisa kembali jenis aktivitas seperti apa yang dapat disebut sebagai latihan itu. Kami mencari perbedaan antara aktivitas yang tujuan utamanya adalah mendapatkan dan meningkatkan keahlian dengan aktivitas sehari-hari dimana pembelajaran juga masih bisa didapatkan tanpa sengaja. Berdasarkan pengalaman pendidikan beribu tahun lamanya, dan sejalan dengan penelitian laboratorium terhadap pembelajaran dan kemahiran, sejumlah kondisi untuk yang dapat mengoptimalkan pembelajaran dan peningkatan kemampuan telah ditemukan. Kondisi yang paling mempengaruhi adalah motivasi subyek untuk menyelesaikan tugas dan menggunakan segenap upaya untuk untuk meningkatkan penampilan mereka. Ditambah lagi, desain tugas haruslah mempertimbangkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya, sehingga mereka dapat mengerti dengan baik setelah suatu periode instruksi diberikan. Subyek harus segera menerima informasi feedback dan pengetahuan dari hasil yang akan mereka dapatkan. Subyek harus mengulangi tugas yang sama atau serupa. Tidak adanya feedback yang adekuat, menyebabkan pembelajaran yang efisien tidak mungkin tercapai dan subyek yang termotivasi hanya mendapatkan perbaikan yang sedikit dibandingkan dengan semangatnya. Oleh sebab itu, pengulangan tidak secara otomatis membawa pada peningkatan kemampuan, terutama akurasi dari penampilan. Penelitian menunjukkan bahwa subyek termotivasi yang diberi eksposur tugas berulang tidak menjamin akan tercapainya penampilan terbaik dari level tertinggi. Analisa metode subyek menunjukkan bahwa seringkali strategi yang tidak adekuat dapat mengurangi peningkatan kemampuan.

MENGUNTAI ASA, MEMINANG CITA

(Memoar tentang Muhammadiyah 08 Batu, SMP-ku)

Jika aku ditanya, sejak kapankah aku menyadari sejauh mana berharganya diriku, sejak kapan talenta-talentaku terbuka, sejak kapan aku mengalami pengalaman-pengalaman seru dan tak terlupakan, itu sejak aku menjadi bagian darimu.

SMP Muhammadiyah 08 Batu… Sejak aku bersamamu, aku mengenal puisi yang nanti akan mengantarkanku kepada dunia teater di SMA. Aku mengenal public speaking yang nanti akan sangat membantuku dalam tugas presentasi dan argumentasi. Aku merasakan menjadi sosok popular yang mengajariku mengembangkan bagaimana sikap low profile. Menjadi mayoret, danton, juara paralel, juara lomba puisi, dll. Menjadi warga eksklusif tanpa kehilangan moment pergaulan grass root. Nge-gank dengan bermacam petualangannya. Menikmati rona-rona remaja,dan… merasakan cinta pertama.

Kelas 1…
Aku masuk SMP dengan prestasi akademis SD yang ‘memukau’. Otomatis, aku masuk kelas C yang telah sejak awal dipersiapkan untuk siswa-siswa pilihan yang masuk SMP ini. Di kelas ‘istimewa’ ini, aku bertemu dengan 14 orang siswa berdanem paling tinggi yang lain. Ulul, Yuni, Rafida, Piping, Iwan, Udin, Dwi, Toni, Zakiya (hanya sempat bersekolah sebentar, lalu wafat karena penyakit jantung yang dideritanya), Rangga, Yeni, Fandi, Dian, … (satu orang lagi aku lupa), dan aku sendiri .

Fasilitasnya, kami gratis gak usah mbayar untuk SPP perbulannya. Hehe… lumayan. Perjanjiannya, yang menjadi warga kelas ini adalah siswa yang dapat mempertahankan prestasinya dalam kancah 15 besar parallel angkatan. Barangsiapa yang lalai dan mengalami kemerosotan prestasi, maka takkan segan-segan untuk dipindahkan, seperti yang dialami Toni, yang terlempar ke kelas A. Berikut diganti-gantikan oleh Ratna, Khafi, Lilis, Yayan, dan mungkin ada yang lain, meski aku lupa. Anggota yang relatif tetap dalam kelas ini antara lain aku (ciee, gak narsis ni..), Ulul, Yeni, Piping, Iwan, Udin, Rangga, Fandi. Sedangkan Yuni, Dian, Rafida, seingatku mereka sempat terlempar ke kelas lain.

Aku juga ikut drum band. Dan nggak tau gimana ceritanya, aku diamanahi untuk menjadi mayoret bendera. Hehe… padahal nggak tau apa-apa. Jadilah aku pakai baju seperti Cleopatra, mimpin muter-muter bendera warna-warni gitu. Kami diundang main di mana-mana. Kadang di tempat yang jauuuuhh, atau sangat keriiing, atau sangat berangiin, atau sangat basah. Hehe… lebay ya? Tetapi, drum band ini memperindah kenangan masa mudaku. Dari sinilah aku mengenal teman-teman dari luar kelasku.

Kemudian aku bertemu dengan sahabatku Septita. Gimana awal ceritanya, ya? Lupa. Yang jelas,setelah aku bersahabat dengan Tita, akupun masuk ke gank-nya, Nurdin cs, yang dipimpin oleh Nurdin yang pintar dan populer. Bersama gank ini aku mengalami banyak kejadian yang seru, menyenangkan sekaligus memalukan. Salah satunya adalah pas mau ke rumah Nurdin di hari raya, aku malah kecebur selokan, dan terpaksa pinjem baju punya Nurdin. Hiks, muaaalu…

Di SMP Muhammadiyah ini, alam adalah sahabat utama. Mungkin karena sekolahnya yang ‘mewah’ alias mepet sawah kali ya? Hijaunya belakang sekolah selalu menyejukkan mataku, dan memberi kontribusi memori indah yang cukup banyak juga. Belajar di alam menjadi saat favoritku, dan metode favorit pak Choliq. Ekstra KIR (Karya Ilmiah Remaja) yang dibina beliau sering membawaku ke hijaunya rumput Torong, atau hijaunya lumut yang nempel di candi Jago (eh, bener tah namanya? Yang letaknya di Malang?).

Guru yang satu ini memang paling suka OUT OF BOUNDARIES kalo ngajar. Adaa, aja idenya. Tapi itu yang membuat aku selalu merasa semangat belajar dengan metode beliau. Kadang nonton VCD, naik gunung, jalan ke mana, atau mungkin di kelas saja tetapi dengan metodologi dan pendekatan yang berbeda. Seru lah pokoknya… Beliau juga yang mengenalkanku dengan Harun Yahya, peneliti muslim yang sangat padat karya. Beliau mengajarkan, kita harus menjadi seorang muslim yang kontributif. Mampu memberikan sumbangsih atau perubahan. Dan sampai sekarang, aku sungguh meyakini ini.

Pada tingkat ini, pergaulanku masih sebatas teman-teman kelas C dan Septita-Nurdin cs. Masih belum expand ke grass root, lah. Tetapi meskipun begitu, di level inipun aku sudah mendapat banyak pelajaran. Tentang asertivitas, yakni berani mempertahankan diri dari penindasan (thaks to Yuni Erdiati, my friend). Tentang ketegaran mempertahankan prinsip, meskipun harus sendirian (thanks to all my classmate who taught me this). Tentang kecintaan pada ilmu pengetahuan (thanks to Pak Zulkifli Hasan ^_^) yang mengizinkanku mengeksplorasi bengkel ilmiah beliau, dan ternyata secara tidak langsung telah mengantarkanku sampai seperti sekarang. Tentang mengembangkan potensi dan membangun cita-cita (thanks to pak Samsudi). Tentang belajar untuk berbesar hati dan bersikap ulet (thanks to pak Teguh Wijayanto). Tentang menjadi sosok muslim yang mampu menciptakan perubahan (thanks to pak Choliq). Semua ini ternyata sangat berguna nantinya, di tingkat usiaku selanjutnya.

Oh iya, hampir lupa. Special thanks pada seorang ‘nenek’, yang awalnya kami kira judes (kesan pertama : galak buanget! Aku pernah dibuat nangis di pertemuan pertama pelajaran beliau, dan gara-gara itu untuk 1 semester aku kapokk dah dengan Bahasa Inggris), tetapi ternyata ia adalah nenek baik hati yang selama 3 tahun selalu melimpahi kami dengan kasih sayang. Beliaulah yeng membuatku merasa akrab dengan bahasa Inggris, serasa seperti kawan lama. Mrs. Soeniati, saya kenang anda dengan cinta…

Kelas 2…
Atas kebaikan sekolah ini, aku dan Ulul diberi kesempatan untuk studi banding ke Jogja, tepatnya di SMP Muhammadiyah 3 Jogjakarta. Wah, banyak sekali yang bisa dikenang dari negeri Gudeg ini. Mungkin ia akan memakan halaman tersendiri.

Aku berangkat bersama Ulul, dang tinggal sekost dengan dia selama 2 bulan. Kami mengalami banyak hal. Mulai dari berbagi bersama, belajar bersama, kerja bersama, sampai bertengkar satu sama lain, lalu menemukan penyelesaiannya. Dari sana, kami belajar tentang kedewasaan dan lobbying dalam menyelesaikan konflik. Meskipun hubungan kami saat itu berasa Nano-nano, nantinya ketika kami bertemu kembali segala kenangan itu terasa sangat indah. Aku belajar banyak tentang kedewasaan dan kemandirian darinya. Thanks a lot, my friend.

Di tingkat ini pula, aku menambah orang di ruang hatiku dengan kehadiran Lilis. Ia sahabatku yang berasal dari kelas yang berbeda. Kelas A. Awal pertemuan kami masih kuingat. Kami saling mengenal karena kami sama-sama mayoret bendera. Tapi ya nggak akrab gitu, biasa aja. Sampai suatu hari, Lilis ke rumahku dan kami mengobrol sedikit. Tapi entah mengapa, ada suatu ‘chemistry’ yang membuat aku menjadi merasa dengat dengannya. Jadilah kami sahabat yang runcang-runcung bersama. Kami berangkat latihan drum band bersama, jagongan bersama, berbagi cerita, banyaklah.

Kemudian, karena prestasinya yang meningkat, di kelas 2 ini Lilis dimutasi ke kelas C. maka makin akrablah kami. Aku sangat menyayangi dia. Di kelas, kami memiliiki perjanjian. Aku tidak akan pernah menconteki dia dalam keadaan apapun, karena bagiku hal itu hanyalah menjerumuskan dia saja. Aku ingin dia bertahan di kelas C dengan usahanya, dan ia mengerti itu. Ini membuatku semakin sayang padanya.

Persahabatanku dengan Lilis membuatku mengembangkan pergaulan ke kelas lain. Aku jadi punya banyak teman dari kelas A dan B, serta ikut seru-seruan dengan mereka. Margiana, Fauziah, Betty, Hawa (Salwa), si kembar Riska-Riski, Ayu, Erryx, Ferrial, Arip, Agus, Aris, Heri, …, wah siapa lagi ya? Banyak banget… Aku belajar untuk menghargai perbedaan dan menghargai orang lain bersama mereka. Mereka sering bilang minder jika di dekatku, dan karena itulah aku belajar untuk mengecilkan kesenjangan.

Entah mengapa, aku terpilih lagi menjadi satu di antara tiga mayoret depan di kelas 2 ini. Konsekuensinya, aku harus menyamakan langkah dengan mbak Amalia dan mbak Prasasti yang 1 tahun lebih tua dariku. Ini menjadi masalah tersendiri. Kebanyakan anggotaku adalah anak kelas 3. Padahal di usia SMP, selisih 1 tahun saja sudah terasa sangat jauuuhh…jaraknya. Tetapi, great thanks to Allah yang memberikan aku kesempatan seperti ini. Meskipun tadinya kujalani dengan agak minder, aku harus segera belajar menjadi seorang pemimpin untuk kalangan di atasku.

Kadangkala, aku mengalami kendala. Ada beberapa anak yang kurang suka dengan pengangkatanku yang masih ingusan ini. Dan dalam mengekspresikannya, mereka melakukan ‘pembangkangan’ terhadapku. Contohnya, ada yang dengan sengaja tidak mau menghadapku ketika musik dimainkan. Padahal, aku saat itu berdiri tepat di depannya. Saat itu, rasanya terhina banget. Tetapi aku tahu, inilah saatnya menunjukkan bagaimana seharusnya mereka bersikap.
“Mbak X, tolong hadap ke saya!” kukatakan itu dengan tegas tetapi lembut, dan kuulangi 2 kali dengan sabar tanpa emosi. Pendekatan ketegasan yang diikuti dengan kelembutan ternyata efektif! Aku mampu menyampaikan aspirasiku, tetapi tidak menyakiti dan menciptakan dendam. Dan Mbak X yang tadinya sadis dan intimidatif padaku, berangsur berubah lebih lunak serta ia harus pikir-pikir panjang dulu kalau mau menjegalku.

Kelas 3…
Di tingkat ini, aku mulai belajar dengan serius untuk menyambut ujian. Rasanya saat itu beban akademisku terasa lebih berat karena aku harus bersaing untuk sederajat dengan siswa-siswa SMP negeri. Kadangkala, aku merasa minder jika aku pulang semikrolet dengan mereka. Tetapi selalu kuhibur diriku sendiri, jika aku sekolah di tempat lain aku tidak akan mendapat kenangan seindah ini. Dan ternyata hal itu memang benar adanya.

Hobiku pada waktu itu adalah nongkrongin ruang tamu kepala sekolah yang saat itu masih dijabat oleh pak Teguh Wijayanto. Aku bisa pulang jam 5 sore kalau sudah terlanjur terbuai di sana. Kenapa? Karena di sana ada rak yang berisi begitu banyak buku-buku terjemahan luar negeri yang membahas berbagai bidang ilmu. Mulai dari sains, teknologi, geografi, sejarah dunia, kedokteran, psikologi-psikososial, kebudayaan, sosial, politik, kriminologi, dan bidang-bidang lain yang bagiku sangat menarik, meski kadang bahasanya membuat aku bingung.

Sungguh, momen di tempat ini sangat membangun diriku. Dari sinilah aku tertarik untuk mengembangkan pengetahuan seluas mungkin, dan tertarik dengan berbagai bidang ilmu. Aku jadi semakin suka membaca, apapun itu.

Dan di tempat ini pula aku sering mengobrol dengan para guru. Pak Teguh, pak Sam, pak Choliq, pak Zul,pak Ajis,pak Edy, pak Amin. Mendiskusikan tidak hanya tentang pelajaran sekolah, tetapi juga pelajaran hidup. Aku belajar berbagai wisdom (kebijaksanaan/pelajaran) yang telah mereka uji dalam hidup mereka. Banyak diantaranya yang sudah aku lupa, tetapi mungkin tanpa sadar telah aku jalankan. Dan di sini pulalah momen itu terjadi dengan guruku, Pak Sam,
“Nanti setelah lulus SMP, kamu mau ke mana Mer?”
“InsyaAllah kalo lolos, ke SMA negeri 1 Pak”
“Ooo…”
“Pak, kalo saya punya kesempatan, saya ingin kuliah di FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA, Pak. Saya ingin menjadi dokter”
Aku lupa pak Sam kemudian menjawab apa.

Saat itu, aku tidak benar-benar serius mengatakan kalimat itu. Karena situasi akademis dan ekonomi yang tidak menonjol membuatku menganggap, hal itu akan lumayan lucu jika dijadikan banyolan. Tetapi malamnya, aku menimbang kalimatku dan akhirnya aku bertekad bahwa itu bukanlah sekedar kata belaka. Jika memang Allah memberikan kesempatan, aku akan memperjuangkannya. Ia telah menjadi targetku. Dan dihadapan pak Sam, aku mengazzamkan cita ini. Azzam yang ternyata, membawaku semakin dekat dan dekat dengan cita-citaku.

Aku lolos masuk SMA Negeri 1 Batu. Lalu di sana aku berkesempatan menjajal medan Olimpiade biologi, yang meskipun tidak lolos di tingkat provinsi, tetapi membantu memantapkanku dalam wawasan hayati. Kemudian aku mendapatkan nilai UAN yang cukup menyenangkan. Dan ketika SPMB, aku tidak ragu lagi akan memilih apa. Hingga sampailah aku di sini sekarang. Ruang kuliah Prodi Pendidikan Dokter Fak. Kedokteran Univ. Brawijaya. Hal yang saat SMP dulu nyaris mustahil dicapai seorang anak sekolah pinggir sawah, tetapi sejatinya bukan musykil. Inilah yang membuatku meyakini akan pentingnya membuat dan mendeklarasikan cita-cita, menatanya menjadi target, bersabar menyelesaikannya satu persatu lalu akhirnya menggapai sang impian.

Ternyata lagi-lagi di ruang ini, aku dipinjami oleh pak Amin sebuah buku bersampul unik (gambarnya seperti kain celana jeans), The Seven Habits of Highly Effective Teens, ditulis oleh Sean Covey. Beliau memang meminjamiku beberapa buku lain, tetapi buku inilah yang paling berkesan. Tentang bagaimana seharusnya seorang remaja lakukan untuk menjadi efektif dan sukses, buku ini ditulis dengan apik dan luwes bahasanya. Sungguh, The Seven Habits telah merevolusi diriku. Buku inilah awal dari buku-buku pengembangan kepribadian lain, yang nantinya mewarnai karakterku. Terima kasih pak Amin. Meski aku tidak pernah menjadi muridnya (karena beliau mengajar di SD Muh), apa yang beliau perbuat terhadap hidupku sudah cukup untuk menempatkan beliau sejajar dengan para guru. Dan di ruang tamu kepala sekolah tersebut, aku membuktikan sendiri pernyataan ini :

You are the same today that you are going to be five years from now except for two things :
The people with whom you associate and the books you read.
Anda akan tetap sama seperti pada hari ini pada kelima tahun ke depan, kecuali untuk dua hal :
Dengan siapa anda bergaul dan buku-buku yang anda baca.

(Charles Jones)

Special Thanks for all of contribution :
Pak Teguh Wijayanto, Pak Al Ajis Arifin, Pak Abdul Choliq, Pak Samsudi, Pak Edi Susanto, Pak Teguh Riyanto, Bu Soeniati, Bu Sri Retnoningtyas, Bu Latifah, Bu Ida Misaroh, Bu Eka, Bu Jamilah, Pak Nanang Komar, Bu Titik, Pak Prayit, Mas Budi, Mba Icha, Mas Basroni, para pelatih Drum Band, Tapak Suci, Karya Ilmiah Remaja, Training Outbond, dan masih banyak lagi orang yang tak mampu aku sebut dan kontribusi yang tak dapat aku tuturkan. Kalaupun mampu, jangan-jangan memoar ini akan menyamai tebal Tetralogi Laskar Pelangi(^_^). Sekali lagi, terima kasih, jazakumuLlahi khair…

SMS TAUJIH DAN MOTIVASI

  • “Barangsiapa berwudhu dan melakukannya dengan baik, maka kesalahan2nya akan keluar dari badannya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR Muslim)
  • Ini adalah layanan Ukhuwah Call Me. Pelanggan dengan no ini meminta anda utk tersenyum ceria, mengisi hari dengan penuh semangat, keikhlasan dan keistiqomahan di jlnNya…
  • Jika seluruh umur adalah DOSA, maka TAUBATlah obatnya. Jika seluruh bulan adalah NODA, maka RAMADHANlah pemutihnya. Menjelang datangnya Ramadhan yang penuh rahmat dan maghfirah ini, dengan kerendahan hati memohon maaf lahir dan batin
  • Manakala hati dibersihkan dari sifat tercela dan dihiasi dengan taqwa pada Allah, lalu diisi dengan dzikir, maka tidak ada lagi ruang bagi syaithan untuk menguasai hati manusia.
  • Saat orang-orang bekerja memenuhi kebutuhan dirinya, seorang PEJUANG berpeluh keringat memenuhi kebutuhan orang lain. Saat orang-orang beristirahat, seorang PEJUANG terus beramal untuk istirahatnya di alam kubur. Saat orang-orang menumpuk harta untuk kesenangan dunia, seorang PEJUANG sibuk mengumpulkan amal untuk kebahagiaan akhirat. Semoga Allah memuliakanmu, PEJUANG!
  • When things go wrong… When sadness fills your heart… When tears flow in your eyes… Always remember 3 things : 1) Allah with you, 2) Still with you, 3) Will always with you.
  • Pandang hari ini dengan baik, karena itu adalah kehidupan, kehidupan yang terbaik. Dalam perjalanannya yang singkat terletak semua realitas dan kebenaran hidup. Kegembiraan-kegembiraan karena berkembang, megahnya perbuatan, anggunnya kekuatan. Sebab kemarin tak lain hanya sebuah kenangan, dan esok hanyalah impian. Tetapi hari ini, jika dijalani dengan baik, menjadikan setiap hari kemarin sebuah kenangan yang menyenangkan, dan setiap hari esok impian yang menawarkan harapan. Pandangkah dengan baik hari ini ^_^.
  • Ya Rabb… Jagalah sahabatku kala penjagaanku tak sampai kepadanya… Sayangi ia kala sayangku tak dapat merengkuhnya dalam dekapan nyata… Muliakanlah ia kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang bersahaja… Karena Engkau memiliki segala yang tak aku punya… Karena ku inginkan ia selalu menjadi saudariku di dunia dan mengharap pertemuan dengannya di surga.
  • Menjadi karanglah dengan segala kekuatanmu, menjadi melatilah dengan segala kelembutan+kebersahajaanmu, menjadi mutiaralah dengan segala keteguhanmu, menjadi hiulah dengan segal kebesaranmu, menjadi elanglah dengan segala kelebihan2mu, menjadi kupu2lah dengan segala kesabaranmu…atau menjadi apapun yang kau mau coz kau yakini kekuatanmu kau sadari kelemahanmu… tapi sadarilah hakikat kehambaanmu.
  • Setitik kasihmembuat kita sayang.. Seucap kata membuat kita percaya… Sekecilluka membaut kita kecewa… Tapi sebuah silaturahmi akan selamanya bermakna.
  • I asked for a strength, and Allah gave me difficulties to make me strong. I asked for wisdom, and Allah gave me problems to solve. I asked for prosperity, and Allah gave me brain and brawn to work. I asked for courage, and Allah gave me obstacle to overcome. I asked for love, and Allah gave troubled people to help. I asked for favors, and Allah gave me opportunities. I received nothing I wanted, but I received everything I needed. “Gusti Allah mboten nate sare…”
  • Ukhti… jika perjalanan begitu panjang dan melelahkan, sedang pertolongan Allah belum juga datang, maka ujian dan fitnah akan lebih keras dan lihat jika kita tidak bersabar… Ingatlah bahwa dia akan terus menguji di setiap kelemahan sampai kita benar-benar mempersenjatai diri kita dengan yang lebih baik. Tak ada yang tegar kecuali mereka yang dilindungi Allah… Merekalah orang-orang yang bisa menancapkan iman dalam jiwa, yang selalu khusnudzan dengan skenarioNya, dan yang selalu menjadikan diri mulia di sisiNya, karena kesabaran…Semoga urusan kita dimudahkan oleh Allah… AMIN
  • Apa kabar hati? Masihkah ia embun? Merunduk tawadhu di pucuk daun. Masihkah ia karang? Berdiri tegar menghadapi gelombang ujian. Apa kabar iman? Masihkah ia bintang? Bercahaya terangi jiwa. Menjadi tempatmu berkeluh kesah. Ya Rabb, satu pintaku, saat aku sudah tak mampu lagi menggenggam erat persaudaraan kami, jangan pernah ia lepas dari genggamanMu…
  • Hikmah hari ini : Apa yang kita kejar2 dan harapkan kadang tidak lebih berharga dari apa yang sekarang kita punya, syukuri, manfaatkan, optimalkan. “Jika kamu bersyukur, akan Kami tambah nikmatmu. Jika kamu kufur, sungguh azab Kami sangat pedih..”
  • Sahabat SEJATI tak pernah MATI, sahabat SETIA tak pernah SIRNA, sahabat JUJUR tak pernah HANCUR, sahabat TULUS tak akan PUTU, sahabat yang SAYANG takkan pernah HILANG.
  • Dunia ini indah dengan ukhuwah, mengingatkan dengan nasihat, menguatkan dengan doa, memberi dengan ikhlas dan saling mmaafkan dengan kerendahan hati… Ukhtifillah, semoga kesabaran menjadi perisai hati anti dan berilah harga pada kecantikan anti dengan balutan istiqomah dan akhlaq mulia.
  • Dua orang yang berkasih sayang karena ALLAH, yang lebih utama di antara mereka ialah yang lebih sangat sayangnya kepad temannya.
  • Ya Rabb, selimutilah istirahat saudaraku ini dengan KemuliaanMu, hapuskan segala dosa dan kesusahan dari dirinya, bengunkanlah ia saat TahajudMu tiba, rahmatilah ia di kala SubuhMu datang menyapa.
  • Aku tahu… Rezekiku takkan mungkin diambil orang lain, karena itu hatiku tenang. Aku tahu… Amalku tak mungkin dilakukan orang lain, maka itu aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu… Allah selalu melihatku, karenany akau malu bila Allah mendapatiku berbuat maksiat. Aku tahu… Kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk bertemu Rabbku..
  • Semoga Allah jadikan Al-Quran seperti musim semi yang menghidupkan hatimu, cahaya di dadamu, penghapus kesedihan dan penghilang duka citamu. Betapa Allah sangat dekat melihat kita.
  • Kadangkala Allah hilangkan sekejap matahari kemudian ai datangkan guruh dan kilat. Puas kita menangis mencari matahari, rupanya Allah ingin menghadiahkan pelangi.
  • Siapakah orang yang bijak itu? Orang yang bijak ialah orang yang senantiasa mengukur keterbatasan2 dirinya untuk sebuah produktivitas yang tinggi dan hasil yang membahagiakan. Siapakah orang yang beriman itu? Orang beriman adalah orang yang senantiasa sadar bahwa detik2 hidupnya adalah karya dan amal shalih.
  • Ga semua bunga bisa jadi lambang cinta, tapi MAWAR bisa… Ga semua pohon bisa berdiri kehabisa air, tapi KAKTUS bisa… dan Ga semua orang bisa jadi sahabat yang baik, tapi ANTI bisa…
  • Barakah itu… bertambahnya kebaikan dalam setiap kejadian yang kita alami demi waktu, yaitu ketika Allah mencintai hambaNya maka Ia berkenan membuat hati sang hamba menjadi begitu peka, syukur dalam lautan nikmat, sabar dalam gelombang musibah, maka ia telah menapaki jalan Sulaiman juga sekaligus menyusuri pematang2 Ayyub as..
  • Ukhuwah itu degup penuh makna yang mengalir indah bersama aliran darah, berawankan ketsiqohan yang tiap tetesnya menalusup jernih, menembus karang prasangka dalam hati…
  • Dongeng sebelum tidur. Pada zaman dahulu kala, di mana belum ada manusia, belum ada tumbuhan, belum ada hewan, belum ada listrik, dan juga… belum ada yang bisa diceritakan. Udah bobok aja ya? Sekian, terima kasih…
  • Aku tahu tiap2 orang punya kekasih, tapi saat di masukkan ke dalam kubur kekasihnya pergi… Aku perhatikan setiap orang punya sesuatu yan gberharga yang pasti dijaga dan disimpan, tapi setiap aku punya sesuatu yang baik, maka aku infaqkan agar ia manjadii milikku yang kekal…
  • Praying is a free call to Allah. No SIMcard needed. No busy network. No pattery problem. No rejected calls. There just Good signals and Good answers. All the time…
  • Tidaklah muncul ORANG-ORANG BESAR dengan KARYA BESAR, melainkan di tengah KESULITAN dan KERJA KERAS.
  • Barangkali kita tidak bisa merubah keadaan, tapi bukankah kita bisa mengubah sikap kita dalam menghadapinya?? Kita tidak bisa mnengubah arah angin tapi kita bisa mengubah arah sayap kita.
  • Jika hambaKu terus-menerus berbuat dosa sepenuh bumi, kemudian menyesald an meminta ampunan padaKu, dan Aku tahu bahwa di hatinya tidak ingin mengulangnya selamanya, maka Aku lemparkan dosa-dosa itu dengan kecepatan yang melebihi kecepatan burung yang meluncur dari langit ke bumi.
  • May Allah be : above U 2 bless U, below U 2 support U, b4 U 2 guide U, behind U 2 protect U, inside U 2 sustain U…
  • Alhamdulillah untuk pagi yang indah, asa yang terus berkecambah, pikiran yang cerah dan iman yang senantiasa bertambah… amin… Moga Allah jaga kita selalu…
  • Kita akan serupa dengan apa yang kita pikirkan sepanjang hari (Emerson)
  • Ketika manusai mempunyai motivasi yang tinggi, sangatlah mudah untuk mencapai sesuatu yang mustahil. Namun ketika mereka tidak mempunyai motivasi, sangatlah mustahil untuk mencapa sesuatu yang mudah (Robert F Kennedy)
  • People will forget what you say. People will forget what you do. But people wound’t forget how do you make them feel.

UAS Yang Kacau..

Aduh…#%$#&#^$II&#$#%$^*(#

Sudahlah. Blog ini dibuat bukan buat mengeluh, tapi untuk cari solusi. AYA, SEMANGAT!!

UAS tinggal 10 hari lagi…

Hari ini H-10 UAS, dimana ia akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2009. Lha kok aku santai aja ya? Ya’apa se? Woi-woi-woi… Belanda menyerang tuh…

Peta Kota Batu

MyPersonality.info Badge

Click to view my Personality Profile page

Assalamu’alaikum…

Salam kenal sobat sekalian. Agak bingung, celingukan,… Hey, anybody home? Maklum, PERTAMAX (thanks to Ryan Alfian Noor).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.