Advokasi Pasien Abses Otak (Part 1)

Bapaknya ukhti Dwi masuk RSP, diduga mengalami stroke penyumbatan dan akan dirujuk ke RSSA untuk CT Scan. Antum agenda kosong? Kalau iya, dimohon menemani ukh Dwi untuk membantunya”

Begitulah kira-kira SMS temanku, yang mau tidak mau membuatku terkejut. Bapaknya Dwi? Kok kayaknya tadinya baik-baik saja? Tapi sudahlah. Segera kuselesaikan urusan presentasi Monev PKM-ku untuk untuk dapat segera menemui mereka di RSP.

Dwi adalah salah satu sahabatku. Kami dan beberapa teman lainnya menjalani peran sebagai aktivis dakwah sekolah. Karena seringnya kami bertemu, kami menjadi akrab. Kami sering bagi berbagai cerita tentang keluarga, cita-cita, kehidupan dan sampai cinta. Hehe…

Sesampainya di RSP sana, aku bertemu juga dengan Nana. Nasi kotak yang kubawa dari Monev tadi kami bancak bersama, sambil membicarakan tentang penyakit bapak Dwi. Sebenarnya ketika aku membaca SMS di atas, aku merasa ragu saja. Apa benar bapak Dwi butuh CT Scan? Apakah itu benar-benar diperlukan? Takutnya, CT Scan itu hanyalah upaya ‘bisnis’ antara dokter dengan bagian CT Scan-nya. Bukan berprasangka, tetapi dosenku dari bidang Radiologi sendiri yang bilang begitu. Kan jadi rada parno tuh…

“CT Scan? Kata dokter emangnya bapak sakit apa Ukh?”

“Denger-denger sih penyumbatan gitu katanya.”

“Emang harus disuruh CT ya?”

“Lha ya itu Ukh. Ana dan ibu kan ngga tau apa-apa to. Sedangkan antum kan jauh lebih tahu dari kami. Makanya, kami berharap agar setidaknya antum mendampingi kami, gitu lho.”
itu saja sudah cukup bagiku untuk menekadkan diri mengadvokasi keluarga sahabatku ini. Meskipun ilmuku sederhana dan pengalamanku seadanya, tetapi aku merasa harus mendampingi keluarga itu. Lagian, lumayan kan dapet ilmu gratisan. Kapan lagi bisa ikut memonitor kesehatan pasien dengan begini leluasa?

“Gejala bapak apa aja?”

“Sakit kepala berat dan tensinya 150/… (lupa).”

“Ada tanda kelemahan tubuh gitu ngga? Kayak jadi ngelimprek, gak bisa jalan, kesemutan, dll? Atau kesadaran yang menurun?”

“Nggak tuh…”

Ha? Cuman Hipertensi tanpa ada tanda defisit neurologis? Gitu doang mau di CT? Gak salah?

“Terus dikasi obat apa aja?”

“Sejenis captopril (penurun tekanan darah), ranitidin sama vitamin B complex.”

Ranitidin? Itu kan buat obat tukak lambung?

“Ukh, CT Scan tu termasuk ga murah lho. Dan setau ana, kalo cuman hipertensi gitu doang mah ga usah CT. kasi aja penurun tekanan darah. Tapi jangan berburuk sangka dulu. Gimana kalau kita tanya aja ke mereka kenapa kok harus di CT Scan. Biar lebih jelas alasannya ”

“Tapi…”

“Halah, ga papa kok, tak temenin.”

**** Prinsip Etika Kedokteran Poin Pertama (RESPECT OF THE AUTONOMY, Pasien mempunyai kebebasan untuk mengetahui serta memutuskan apa yang akan dilakukan terhadapnya, sehingga perlu di berikan informasi yang cukup) dan Poin Kedua (PRINCIPLE OF VERACITY, Dokter hendaknya mengatakan secara jujur apa yang sebenarnya terjadi, apa yang akan dilakukan serta resiko yang dapat terjadi) ****

Jadilah aku mengantar Dwi ke ruang perawat, karena sore itu sang dokter spesialis sudah tidak di tempat. Berbasa-basi sedikit dengan mas-mas perawatnya, aku mendapat kesan kalau investigasi ini tidak akan sulit.

“Mas, saya kan keluarganya pak Darmanto. Beliau katanya dirujuk ke RSSA untuk di CT Scanya mas? Sakitnya apa to kok pake gituan?”

Aku berusaha sok bodo aja. Dan mereka menyinggung adanya dugaan tumor otak. HAH?!?!? Gak salah? Gak boleh sembarangan lo bilang suspect tumor otak. Ia harus memenuhi beberapa kriteria proses desak ruang, seperti sakit kepala berat, mual-muntah proyektil, papil edema, dan defisit neurologis fokal. Tapi Dwi ngga pernah mengeluhkan itu padaku.

“Memangnya, bapak Man kenapa pak kok bisa diduga begitu? Oh iya, boleh lihat statusnya mas?” Nekat aja. Ternyata dibolehin. Dan saat itu pula aku sadar, adanya hemiparesis kaki kiri, papil edema +1, sakit kepala yang sering dikeluhkan bapak, dan setelah kembali ke kamar bapak, aku mendengar bapak muntah. Aku jadi merinding sendiri.

“Ukh, sepertinya benar deh, bapak ada gejala tumor di otaknya”

“Hah??” Ukhti Dwi pucat pasi.

BERSAMBUNG…

SMS TAUJIH DAN MOTIVASI

  • “Barangsiapa berwudhu dan melakukannya dengan baik, maka kesalahan2nya akan keluar dari badannya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR Muslim)
  • Ini adalah layanan Ukhuwah Call Me. Pelanggan dengan no ini meminta anda utk tersenyum ceria, mengisi hari dengan penuh semangat, keikhlasan dan keistiqomahan di jlnNya…
  • Jika seluruh umur adalah DOSA, maka TAUBATlah obatnya. Jika seluruh bulan adalah NODA, maka RAMADHANlah pemutihnya. Menjelang datangnya Ramadhan yang penuh rahmat dan maghfirah ini, dengan kerendahan hati memohon maaf lahir dan batin
  • Manakala hati dibersihkan dari sifat tercela dan dihiasi dengan taqwa pada Allah, lalu diisi dengan dzikir, maka tidak ada lagi ruang bagi syaithan untuk menguasai hati manusia.
  • Saat orang-orang bekerja memenuhi kebutuhan dirinya, seorang PEJUANG berpeluh keringat memenuhi kebutuhan orang lain. Saat orang-orang beristirahat, seorang PEJUANG terus beramal untuk istirahatnya di alam kubur. Saat orang-orang menumpuk harta untuk kesenangan dunia, seorang PEJUANG sibuk mengumpulkan amal untuk kebahagiaan akhirat. Semoga Allah memuliakanmu, PEJUANG!
  • When things go wrong… When sadness fills your heart… When tears flow in your eyes… Always remember 3 things : 1) Allah with you, 2) Still with you, 3) Will always with you.
  • Pandang hari ini dengan baik, karena itu adalah kehidupan, kehidupan yang terbaik. Dalam perjalanannya yang singkat terletak semua realitas dan kebenaran hidup. Kegembiraan-kegembiraan karena berkembang, megahnya perbuatan, anggunnya kekuatan. Sebab kemarin tak lain hanya sebuah kenangan, dan esok hanyalah impian. Tetapi hari ini, jika dijalani dengan baik, menjadikan setiap hari kemarin sebuah kenangan yang menyenangkan, dan setiap hari esok impian yang menawarkan harapan. Pandangkah dengan baik hari ini ^_^.
  • Ya Rabb… Jagalah sahabatku kala penjagaanku tak sampai kepadanya… Sayangi ia kala sayangku tak dapat merengkuhnya dalam dekapan nyata… Muliakanlah ia kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang bersahaja… Karena Engkau memiliki segala yang tak aku punya… Karena ku inginkan ia selalu menjadi saudariku di dunia dan mengharap pertemuan dengannya di surga.
  • Menjadi karanglah dengan segala kekuatanmu, menjadi melatilah dengan segala kelembutan+kebersahajaanmu, menjadi mutiaralah dengan segala keteguhanmu, menjadi hiulah dengan segal kebesaranmu, menjadi elanglah dengan segala kelebihan2mu, menjadi kupu2lah dengan segala kesabaranmu…atau menjadi apapun yang kau mau coz kau yakini kekuatanmu kau sadari kelemahanmu… tapi sadarilah hakikat kehambaanmu.
  • Setitik kasihmembuat kita sayang.. Seucap kata membuat kita percaya… Sekecilluka membaut kita kecewa… Tapi sebuah silaturahmi akan selamanya bermakna.
  • I asked for a strength, and Allah gave me difficulties to make me strong. I asked for wisdom, and Allah gave me problems to solve. I asked for prosperity, and Allah gave me brain and brawn to work. I asked for courage, and Allah gave me obstacle to overcome. I asked for love, and Allah gave troubled people to help. I asked for favors, and Allah gave me opportunities. I received nothing I wanted, but I received everything I needed. “Gusti Allah mboten nate sare…”
  • Ukhti… jika perjalanan begitu panjang dan melelahkan, sedang pertolongan Allah belum juga datang, maka ujian dan fitnah akan lebih keras dan lihat jika kita tidak bersabar… Ingatlah bahwa dia akan terus menguji di setiap kelemahan sampai kita benar-benar mempersenjatai diri kita dengan yang lebih baik. Tak ada yang tegar kecuali mereka yang dilindungi Allah… Merekalah orang-orang yang bisa menancapkan iman dalam jiwa, yang selalu khusnudzan dengan skenarioNya, dan yang selalu menjadikan diri mulia di sisiNya, karena kesabaran…Semoga urusan kita dimudahkan oleh Allah… AMIN
  • Apa kabar hati? Masihkah ia embun? Merunduk tawadhu di pucuk daun. Masihkah ia karang? Berdiri tegar menghadapi gelombang ujian. Apa kabar iman? Masihkah ia bintang? Bercahaya terangi jiwa. Menjadi tempatmu berkeluh kesah. Ya Rabb, satu pintaku, saat aku sudah tak mampu lagi menggenggam erat persaudaraan kami, jangan pernah ia lepas dari genggamanMu…
  • Hikmah hari ini : Apa yang kita kejar2 dan harapkan kadang tidak lebih berharga dari apa yang sekarang kita punya, syukuri, manfaatkan, optimalkan. “Jika kamu bersyukur, akan Kami tambah nikmatmu. Jika kamu kufur, sungguh azab Kami sangat pedih..”
  • Sahabat SEJATI tak pernah MATI, sahabat SETIA tak pernah SIRNA, sahabat JUJUR tak pernah HANCUR, sahabat TULUS tak akan PUTU, sahabat yang SAYANG takkan pernah HILANG.
  • Dunia ini indah dengan ukhuwah, mengingatkan dengan nasihat, menguatkan dengan doa, memberi dengan ikhlas dan saling mmaafkan dengan kerendahan hati… Ukhtifillah, semoga kesabaran menjadi perisai hati anti dan berilah harga pada kecantikan anti dengan balutan istiqomah dan akhlaq mulia.
  • Dua orang yang berkasih sayang karena ALLAH, yang lebih utama di antara mereka ialah yang lebih sangat sayangnya kepad temannya.
  • Ya Rabb, selimutilah istirahat saudaraku ini dengan KemuliaanMu, hapuskan segala dosa dan kesusahan dari dirinya, bengunkanlah ia saat TahajudMu tiba, rahmatilah ia di kala SubuhMu datang menyapa.
  • Aku tahu… Rezekiku takkan mungkin diambil orang lain, karena itu hatiku tenang. Aku tahu… Amalku tak mungkin dilakukan orang lain, maka itu aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu… Allah selalu melihatku, karenany akau malu bila Allah mendapatiku berbuat maksiat. Aku tahu… Kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk bertemu Rabbku..
  • Semoga Allah jadikan Al-Quran seperti musim semi yang menghidupkan hatimu, cahaya di dadamu, penghapus kesedihan dan penghilang duka citamu. Betapa Allah sangat dekat melihat kita.
  • Kadangkala Allah hilangkan sekejap matahari kemudian ai datangkan guruh dan kilat. Puas kita menangis mencari matahari, rupanya Allah ingin menghadiahkan pelangi.
  • Siapakah orang yang bijak itu? Orang yang bijak ialah orang yang senantiasa mengukur keterbatasan2 dirinya untuk sebuah produktivitas yang tinggi dan hasil yang membahagiakan. Siapakah orang yang beriman itu? Orang beriman adalah orang yang senantiasa sadar bahwa detik2 hidupnya adalah karya dan amal shalih.
  • Ga semua bunga bisa jadi lambang cinta, tapi MAWAR bisa… Ga semua pohon bisa berdiri kehabisa air, tapi KAKTUS bisa… dan Ga semua orang bisa jadi sahabat yang baik, tapi ANTI bisa…
  • Barakah itu… bertambahnya kebaikan dalam setiap kejadian yang kita alami demi waktu, yaitu ketika Allah mencintai hambaNya maka Ia berkenan membuat hati sang hamba menjadi begitu peka, syukur dalam lautan nikmat, sabar dalam gelombang musibah, maka ia telah menapaki jalan Sulaiman juga sekaligus menyusuri pematang2 Ayyub as..
  • Ukhuwah itu degup penuh makna yang mengalir indah bersama aliran darah, berawankan ketsiqohan yang tiap tetesnya menalusup jernih, menembus karang prasangka dalam hati…
  • Dongeng sebelum tidur. Pada zaman dahulu kala, di mana belum ada manusia, belum ada tumbuhan, belum ada hewan, belum ada listrik, dan juga… belum ada yang bisa diceritakan. Udah bobok aja ya? Sekian, terima kasih…
  • Aku tahu tiap2 orang punya kekasih, tapi saat di masukkan ke dalam kubur kekasihnya pergi… Aku perhatikan setiap orang punya sesuatu yan gberharga yang pasti dijaga dan disimpan, tapi setiap aku punya sesuatu yang baik, maka aku infaqkan agar ia manjadii milikku yang kekal…
  • Praying is a free call to Allah. No SIMcard needed. No busy network. No pattery problem. No rejected calls. There just Good signals and Good answers. All the time…
  • Tidaklah muncul ORANG-ORANG BESAR dengan KARYA BESAR, melainkan di tengah KESULITAN dan KERJA KERAS.
  • Barangkali kita tidak bisa merubah keadaan, tapi bukankah kita bisa mengubah sikap kita dalam menghadapinya?? Kita tidak bisa mnengubah arah angin tapi kita bisa mengubah arah sayap kita.
  • Jika hambaKu terus-menerus berbuat dosa sepenuh bumi, kemudian menyesald an meminta ampunan padaKu, dan Aku tahu bahwa di hatinya tidak ingin mengulangnya selamanya, maka Aku lemparkan dosa-dosa itu dengan kecepatan yang melebihi kecepatan burung yang meluncur dari langit ke bumi.
  • May Allah be : above U 2 bless U, below U 2 support U, b4 U 2 guide U, behind U 2 protect U, inside U 2 sustain U…
  • Alhamdulillah untuk pagi yang indah, asa yang terus berkecambah, pikiran yang cerah dan iman yang senantiasa bertambah… amin… Moga Allah jaga kita selalu…
  • Kita akan serupa dengan apa yang kita pikirkan sepanjang hari (Emerson)
  • Ketika manusai mempunyai motivasi yang tinggi, sangatlah mudah untuk mencapai sesuatu yang mustahil. Namun ketika mereka tidak mempunyai motivasi, sangatlah mustahil untuk mencapa sesuatu yang mudah (Robert F Kennedy)
  • People will forget what you say. People will forget what you do. But people wound’t forget how do you make them feel.

Omelet Jagung Mie Pedas

Bahan :

Jagung 3 batang, pipil, rebus bijinya selama 3-5 menit

Indomie rasa ayam spesial, 1 bungkus, rebus sebentar, jangan sampai terlalu lunak, tiriskan

Keju cheddar 25 gram, parut

Telur 1 butir

Tepung terigu 100 gram

Bawang merah 3 siung

Bawang putih 3 siung

Bawang merah goreng, 1 sdm

Cabai rawit 4 buah, potong-potong

Cabai bubuk ½ sdt

Air secukupnya

Minyak goreng secukupnya

Tepung bumbu instan

Cara :

  1. Campur biji jagung, indomie rebus, keju cheddar, tepung terigu dan bumbu Indomie. Beri sedikit air agar tidak terlalu kental. Aduk rata.

  2. Cincang atau haluskan bawang merah, bawang putih. Tumis sebentar agar layu. Masukkan bumbu ini ke campuran 1. Aduk rata kembali.

  3. Kukus adonan selama ½ jam. Dinginkan.

  4. Potong-potong, goreng dengan tepung bumbu instan, seperti Kobe, dsb.

  5. Hidangkan dengan sambal Bangkok.

*Behind The Scene*

Pembaca coba deh. Terus bilang sama aku, apa bener ini wujud omelet? Aneh banget soalnya.

Oya, setelah omelet ini jadi, aku menerima beberapa ktirik saran dari para pencicip. Ada yang bilang, mie-nya terlalu blenyek, jadinya bumbunya gak terlalu kerasa. Jadi, pas ngerebus ga usah lama. Kriuk-kriuk aja. Terus ada juga yang bilang, kalo bisa ditambahin jahe bubuk biar ga bau amis. Pake telor soalnya. Menurutku sendiri, tepungnya kebanyakan dan telurnya kesedikiten. Kayak kurang mantep, gitu (warning! Ukuran tepungnya 100 gram di atas belum tentu bener lo ya. Nurut feeling anda aja deh…). Ada lagi, kata pakde kalo bisa jangan terlalu pedes. Soalnya, udah dikasi cabe 4 biji, ditambah cabe rawit bubuk pulak. Yah, ini sih terserah pembaca, mau yang flat-flat aja atau ala cobek kebakaran. Well, last but not least, selamat mencoba!!

PERTIMBANGAN MEMILIH SPESIALISASI

Selasa, 14 Oktober 200…

Suatu hari, aku menemukan data pdf yang berjudul “The Ultimate Guide to Choose Medical Specialty” pada flashdisk seorang temanku, Akh ****. Waw, dia update juga, ya? Buku itu bercerita tentang bagaimana cara seorang dokter umum menentukan pilihan studi Dokter Spesialisnya. Wah, bagiku, ini passs buanget. Selama ini, yang menjadi keinginanku adalah menjadi dokter spesialis bedah. Karena, mungkin aku terlalu banyak input informasi yang kurang berimbang kali ya? Aku pernah baca buku Komplikasi karangan Atul Gawande, dan serial yang pernah kutonton adalah Team Medical Dragon, dimana tokoh-tokoh utamanya adalah seorang dokter bedah. Jadi, boleh dikata, impianku itu masih kekanakan, karena belum didukung data yang akurat dan lengkap tentang minat dan kemampuanku. Hanya satu perspektif saja.
Nah, adanya buku ini membuat aku mengerti akan pentingnya mempersiapkan penentuan pilihan spesialisasi kedokteran. Kenapa penting? Karena tepatnya pilihan spesialisasi akan menjadikan sang dokter lebih bahagia dalam menjalani profesinya, dan menjadi dokter yang lebih baik bagi pasiennya.
10 faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan pilihan spesialisasi :

  1. Apakah suka yang generalis (mempelajari ilmu yang luas, ex. Internist, surgery, pediatrician, family practice), spesialis (mempelajari ilmu yang dalam, ex. Obgyn, ophthalmology, otolaryngology) atau yang supportive (membantu generalis dan spesialis, ex. Anastesiologi, pathology, radiology)
  2. Apakah mencintai dasar ilmu yang menjadi fondasi utama spesialisasi tersebut, dan tertarik dengan perubahan informasinya
  3. Apakah cenderung suka berinteraksi dengan pasien yang banyak dan erat (internal medicine, family practice) atau yang banyak namun sambil lalu (surgery, emergency medicine). Yang rela berkotor-kotor (surgery, obgyn) atau yang lebih bersih (psychiatry, ophthalmology). Yang areanya terfokus (urology, orthopaedics), yang intensitas bertemu pasien relatif sedikit (radiology, pathology), dll.
  4. Apakah mempu bertahan menghadapi tipe pasien yang akan ditemui, ex. Dokter Emergensi menghadapi pasien yang seringkali marah dan menuntut perawatan padahal tidak darurat. Dokter anak menghadapi orang tua yang menuntut. Dokter onkologi menghadapi progress perbaikan penyakit mematikan pasien yang sangat sedikit dibandingkan usaha yang sangat agresif.
  5. Pilihlah spesialisasi yang membuat anda bahagia disana. Tidak peduli apa kata keluarga, kolegadan orang lain tentang pilihan itu. Ingatlah, bahwa setiap spesialisasi dokter memiliki peran yang sama penting dalam mendukung kerja besar membangun kesehatan. Dan ide bahwa spesialisasi tertentu memiliki prestise dan kehormatan yang lebih dari yang lain hanyalah opini personal saja.
  6. Pertimbangan lifestyle akibat dari resiko profesi yang akan diambil. Dunia kedokteran adalah dunia yang menuntut banyak. Telepon tengah malam yang membutuhkan kelahiran Caesar atau operasi apendiks, berkurangnya otonomi dalam manajemen perawatan, atau meningkatnya laporan dan ancaman penyidangan malpraktik. Setiap spesialisasi memiliki resiko yang khas dan berbeda, dan itu tergantung bagaimana hidup yang diinginkan oleh si calon spesialis.
  7. Panjangnya waktu residensi. Sadarilah bahwa beberapa spesialisasi membutuhkan waktu pelatihan yang lebih panjang dari yang lain. Semakin spesisifik pendidikan yang anda ambil, maka semakin lama waktu yang anda butuhkan. Anda sangat mungkin untuk selamanya menjadi pelajar! Tetapi kenyataan ini n bukan berarti anda harus memilih pendidikan spesialisasi yang perdurasi pendek hanya agar dapat segera menikmati hasil. Anda tentunya tidak ingin salah jurusan, kan?
  8. Kompetisi memasuki pendidikan spesialisasi tertentu. Karena sebenarnya untuk memasuki suatu pendidikan spesialisasi, para calon siswa harus menghadapi persaingan dengan teman sejawatnya yang lain. Anda pun harus menyadari seberapa besar kesempatan anda dalam memasuki spesialisasi yang anda inginkan. Sayangnya, meskipun dalam hati anda telah bertekad untuk menjadi dokter spesialis bedah atau penyakit dalam, anda belum tentu dapat mencapainya. Dan seorang dokter tidak boleh hanya terpaku, “Saya orangnya hanya cocok di spesialisasi anak”, atau malah,”Saya tidak akan pernah masuk ke radiologi karena tempat saya bukan di situ.”
  9. Masa depan pendapatan dan potensi konsumsi. Masih belum ada data untuk gaji standar dokter spesialis tertentu di Indonesia. Dan pajak juga harus menjadi pertimbangan.
  10. Kesempatan kerja. Begitu banyak informasi tentang spesialisasi yang ‘basah’ maupun ‘kering’, tidaklah menjadi bahan pertimbangan utama seseorang untuk masuk ke suatu spesialisasi. Setiap spesialisasi memang memiliki masa kejayaannya masing-masing. Tetapi jika anda hanya mengikuti trend terkini untuk menjadi spesialisasi, anda hanya akan menyiksa diri anda pada pekerjaan yang tidak anda cintai. Dan sebenarnya, mau bagaimanapun seorang dokter, apa anda pernah mendengar ada dokter yang kelaparan karena kekuarangan uang?
    Dengan pertimbangan-pertimbangan ini, semoga para kolega yang hendak meneruskan jenjang pendidikannya ke program spesialis dapat sedikit terbantu. OK, sodara… GOOD LUCK!!!

MURABBI Yang Tak Dianggap …

(Play) … Sebagai-Murabbi-yang-tak-dianggap-ana-hanya-bisa-mencoba-mengalah … (Pause)

Anda membaca kalimat ini sambil menyanyikan nada lagu KYTD-nya ST12 (eh bener yah…?) ? Hoho, tidak perlu. Karena kasus ini memang tidak pake nyanyi kok.

Pernahkah anda mengalami hal seperti ini ?
Mentor : Assalamu’alaikum…!
Mentee : Waalaikum salam…
(Basa-basi, bla-bla..)
Mentor : Ana punya sebuah cerita nih. Sebuah kisah yang tertuang dalam bentuk puisi yang ditulis oleh penulis terkenal Salman A. Fatah (samaran). Ini tentang Imam Syafi’I yang menangis. Tahu sebabnya kenapa? (Semangat berkobar2, menganggap para mentee pada penasaran)
Mentee : (geleng2)
Mentor : Alkisah, Imam Syafi’I ditanya seseorang, mengapakah hukuman zina, yaitu berupa rajam,itu begitu berat? Dengan nada bergetar, Imam Syafi’I menjawab …
(Ada yang menyela) : Di! Ada ayahmu tuh…
Mentee : Kak, kami pulang ya. Assalamu’alaikum!!! (Kabur semua)
Mentor : (Bengong)


Eh-eh, iya. Wa’alaikumussalam warahmatullah…

Anda pernah? Hehe, meskipun ini kisah nyata, tapi jangan khawatir karena masih ada unsur lebay-nya sedikit. Jadi, para mentee saat ini masih belum sekurang ajar itu kok. Tapi ada satu hal yang harus dievaluasi dari kejadian ini. Mad’u terlalu sering menyela pembicaraan murabbi, sering bolos mentoring, seenaknya membatalkan pertemuan, dll, dsb. APA SEBAB MENTEE MENJADI TIDAK MENGHORMATI MURABBINYA?
Sebelum melaju ke pokok permasalahan, mari kita review kembali unsur-unsur penting dalam membina halaqah. Sehatnya Halaqah (As-Shihatul Liqo) terdiri atas unsur…… (to becontinued)

DIMINTA SAHABAT MENCARIKAN PACAR

(Written for 13 Juni 2009)Tanya :
Mba Aya, saya mahasiswi semester 4. Saat ini saya dimintai tolong seorang teman saya untuk mencarikan dia pacar. Sebenernya, hal ini terjadi karena dia sedang dikejar-kejar dan sering digoda oleh beberapa orang teman laki-laki di kelasnya. Dan dia sendiri, karena orangnya lembut dan kalem, jadinya nggak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa nangis di belakang. Terus, dia juga melihat teman-teman di sekitarnya yang sudah punya pacar, dia jadi kepingin juga dilindungi dan disayangi seseorang. Saat ini, dia sering sekali merasa gundah dan sedih karena memikirkan keinginannya itu. Sepertinya, level emosi dia sedang tinggi. Dia juga berpikir kalau dia tidak laku karena nggak punya-punya pacar. Karena kasihan, maka saya menyanggupi akan mendapatkan salah seorang teman saya menjadi pacarnya. Menurut mbak, apakah itu salah atau tidak pantas? Mohon jawaban yang jelas. Terima kasih. Wassalamu’alaikum.
(Nita, Malang)

Jawab :
Assalamu’alaikum warahmatuLlahi wabarakatuh. Wah, senang sekali mendengar ada seorang teman sebaik dik Nita yang peduli kepada masalah sahabatnya. Niatan awal ini saja sudah sangat baik untuk menjadi suatu amalan. Tetapi, dalam memberikan solusi kepada dik Yuni (sementara kita panggil saja teman anda seperti itu ya), harus ditelusuri lagi manfaat dan mudharatnya.
Dik Nita yang manis, di usia mahasiswa semester 4 seperti adik, adalah usia yang sebenernya sudah siap nikah. Siap secara fisik, hukum dan agama. Karenanya, sangat normal kalau di usia ini dik Yuni merasa membutuhkan seseorang untuk dijadikan sandaran dan berlindung dari gangguan, terutama godaan teman-teman lelakinya.
Tetapi, dalam kasus ini, apabila dik Nita menyelesaikan masalah dik Yuni dengan mencarikannya pacar, itu adalah solusi yang sangat tidak tepat. Mengapa? Karena PACAR adalah sandaran yang sangat labil. Komitmennya hanya komitmen di mulut saja. Hari ini bilang, “Aku cinta padamu. Kita jadian yuk?” dan besok bisa saja dia bilang,”Aku sudah tidak cinta lagi. Kita putus yuk?”. Dan dengan MUDAH, tanpa ada pertanggung jawaban sama sekali. Tentu saja, karena pacaran bukanlah apa-apa.
Coba adik bandingkan dengan ijab kabul pernikahan. Ikrarnya mengikat langit dan bumi. Di bumi disaksikan manusia dan dipertanggung jawabkan, serta di langit mampu mengguncangkan ‘Arsy Allah swt. Ikatannya sangat kuat. Dan barang siapa sudah mengikrarkan, sangat sulit memutusnya. Nggak seperti pacaran yang semu itu. Dan akibat ikrar yang berat itu, seorang suami harus menerima istrinya apa adanya satu paket, baik sisi positif yang menyenangkan, termasuk juga sisi negatif yang bikin sebel. Dan demikian juga istri. Tapi kalo pacaran nggak begitu. Mereka hanya tahu sisi baiknya saja. Sedangkan sisi negatif kita, akan ditutupi serapatnya. Gengsi dong ketauan pacar kalo kita tidur ngiler. Sedangkan jika hidup berumah tangga, ‘aib’ yang lebih jelek dari itu pun pasangan kita tahu dan harus menerima.
Karenanya, kalau adik berpikir dengan mencarikannya pacar akan membuat perasaannya lebih baik, itu salah. Ini hanya akan memberinya masalah di hari depan. Mungkin sekarang dia akan senang karena ada yang melindungi dia. Tetapi karena ikatan yang tidak kuat itu, dia akan menemukan banyak masalah. Ketidak setiaan, kebosanan, angin-anginan, meu enaknya aja, tidak bertanggung jawab, minta yang ‘aneh-aneh’, bahkan sampai putus yang dramatis. Dan ini hanya akan memperburuk emosionalnya.
Dan sesungguhnya, CINTA bukanlah suatu aib yang harus ditakuti. Karena ia adalah ciptaan Allah yang mampu membuat umat manusia tetap lestari. Tetapi, cinta membutuhkan suatu pertanggung jawaban yang sangat berat. Kalau dia disalah gunakan, yang ada hanyalah bencana. MBA (Married By Accident) dan kehamilan di luar nikah hanyalah beberapa contoh bencana yang mengatasnamakan cinta. Sehingga, pacaran bukanlah sarana penyaluran cinta yang tepat. Ia hanya akan menjadi sarana syaithan untuk menjerumuskan manusia ke lembah bencana.
Ibarat berpuasa, kenikmatannya terletak dalam penantian dan kemudian berbuka. Segala makanan dan minuman terasa enak. Dan dalam hal ini, dik Yuni jangan asal nyari ‘jodoh’ untuk menghindari tuduhan nggak laku itu. Pasti di suatu tempat di sana, Allah sudah menyiapkan jodoh yang tepat buat dik Yuni. Dan kualitas si dia, itu sangat tergantung dengan kualitas dik Yuni. Hal ini harus disadari betul, karena ia tertera di Al-Qur’an yang Mulia.
Sehingga, dalam masa penantian, dik Yuni sebaiknya meningkatkan kualitas diri di berbagai bidang, terutama dalam hal keimanan. Karena orang yang pinter naksirnya sama orang pinter dan orang yang sholeh pasti naksirnya sama wanita sholeha. Itu manusiawi. Sehingga kalau dik Yuni menanti sambil hanya ongkang-ongkang kaki, kualitas jodoh dik Yuni yang datang itu ya sepadan dengan keadaan dik Yuni. Tapi kalau dalam masa penantian jodoh itu dik Yuni isi dengan acara meningkatkan kualitas diri, ikut kajian, memperbaiki akhlaq dan penampilan, de-el-el, de-es-be, pasti yang datang adalah seseorang yang berkualitas pula. Pastinya, jodoh yang diinginkan yang sholeh kan?
Dan tentang keinginannya dicarikan pacar untuk berlindung dari gangguan cowok, kalau Mba yang jadi temannya, mba nggak akan mencarikan dia pacar. Tapi mba akan membuat dia mandiri dan sanggup berdiri di atas kakinya sendiri. Karena, dengan mendidiknya menjadi manusia seutuhnya, kita pun akan mendapatkan pahala karena telah membantu mengembangkan dia. Menjadikan dia manusia yang berani mengatakan tidak dan membela kebenaran serta haknya. Bagaimana caranya?
Caranya, dik Nita bantu dia menumbuhkan kepercayaan dirinya. Prinsipnya, sebelum ada percaya diri (PD), pasti ada percaya Allah (PA) dulu. Lho kok bisa? Iya, karena ketika kita percaya Allah, percaya bahwa tidak ada sesuatu hal pun yang terjadi tanpa izin-Nya dan seluruh makhluk di muka bumi ini adalah di bawah kekuasaan-Nya, maka kita tidak akan pernah takut lagi dengan siapa pun, kecuali pada Allah yang Maha Merajai. Andaikan kita berjalan di dalam suatu medan perang, di bawah desingan peluru nyasar, kalau peluru itu tidak ditakdirkan mengenai kita, maka kita tidak akan tergores sedikitpun.
Pun ketika kita bertemu dengan seseorang yang sangat kita takuti karena dia selalu menghina dan meremehkan kita, kalau kita percaya Allah (PA), maka kita akan percaya bahwa Allah sangat punya kuasa untuk membolak-balikkan hati orang itu sehingga berbalik menjadi segan dan merasakan kewibawaan kita. Allah sanggup melakukan hal tersebut, dan kenapa kita harut takut pada orang itu? Sikap orang itu hanyalah bagian dari takdir Allah, dan karena kita percaya Allah, santai saja. Allah tak akan menyia-nyiakan kita. Yakin deh!
Nah, contoh PA di atas adalah dasar dari kepercayaan diri. Sebelum Pe-De, aqidah harus bener dulu. Tetapi dalam tataran teknis, dik Yuni harus memperkuat KEMAUAN. Itu prinsip kedua dalam kepercayaan diri. Dik Yuni harus berani mengatakan kebenaran dan membela haknya. Tidak perlu takut sebenernya, karena orang-orang yang dik Yuni takuti karena hobi nggodain dik Yuni itu pun manusia juga, makhluknya Allah juga, yang sepenuhnya dalam genggaman kekuasaan Allah. Serahkan saja takdir pada Allah, dan nggak usah takut dalam membela kebenaran.
Tetapi, dalam prinsip ketiga, dalam bersosialisasi ada unsur yang tidak boleh dilupakan. Jangan sampai kepercayaan diri kita malah menekan dan memberangus orang lain. Kita tetap harus menjaga harmoni dengan mereka. Karenanya, dalam mengungkapkan perasaan dan keinginan, kita harus tetap pertimbangkan perasaan mereka.
Sehingga, dalam menyelesaikan masalah teman-teman pria dik Yuni yang nakal, dik Nita musti bantu dik Yuni agar PERCAYA ALLAH, memperkuat KEMAUAN, dan tetap menjaga HARMONI. Kalo Mba bayangkan, mungkin dik Yuni bisa katakan langsung di depan mereka, “Teman-teman, sebenarnya aku merasa terganggu dengan sikap kalian ini. Aku ingin berteman dengan kalian, tapi kalau diperlakukan begini aku malah jadi nggak suka. Gimana kalau kalian tidak usah begini, sehingga kita bisa berteman dan saling membantu ketika membutuhkan? Enak kan?” InsyaAllah, dengan bantuan Allah, teman-teman tadi akan luluh dan nggak ganggu dik Yuni lagi. Karena sebenarnya, mereka mengganggu itu ada beberapa kemungkinan. Bisa saja mereka merasa dik Yuni mudah dipermainkan, atau malah sebenarnya mereka ingin berteman dengan dik Yuni tetapi bingung mau memulai dari mana. Dengan mengatakan apa yang ada di hati dik Yuni, mereka mendapatkan gambaran kepribadian yang tidak mudah dipermainkan, tetapi juga tidak tertutup.
Semoga usaha dik Nita untuk membantu dik Yuni bisa lancar. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Spaghetti Leg aMur GaSheep*

Bahan :
Spaghetti-11 La Fonte, sesuai selera (biasanya sekitar 50-150 gram sesuai besar porsinya)
Saus :
Wortel 1 buah, potong dadu ½ x ½ cm
Jagung 1 buah, pipil atau ambil bijinya
Sosis (ayam / sapi) 1 buah, potong tipis
Daging ayam 50 gram, potong dadu ½ x ½ cm
Bawang merah 4 siung, cincang halus
Bawang putih 3 siung, cincang halus
Tomat hijau ½ buah, potong tipis
Cabai rawit 3 buah, potong tipis
Cabai merah halus 1-2 sendok makan (sesuai selera)
Sambal Bangkok Indofood, 1,5 sdm
Bumbu pecel siap pakai, 1 sdt
Kecap, jika perlu
Tepung maizena, jika perlu
Gula secukupnya
Garam secukupnya
Air, 1 cangkir
Minyak untuk menggorang

Cara Membuat :
1. Rebus spaghetti dalam air mendidih (sebaiknya diberi sedikit garam dan minyak 1 sdm). Angkat apabila spaghetti menjadi berwarna keruh dan diameternya 2x lipat mentahnya. Itu pertanda spaghetti sudak lunak. Tiriskan. Apabila sebelumnya belum ditambahkan, dapat diberi 1 sdm minyak agar tidak lengket satu sama lain.
2. Rebus wortel (1-2 menit) dan jagung (2-3 menit) dengan cepat agar tidak terlalu kehilangan nutrisinya. Tiriskan.
3. Panaskan 2 sdm minyak goreng dalam wajan, masukkan cabai merah halus pertama kali agar aroma lengurnya hilang. Setelah itu, masukkan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, tomat hijau, tumis sampai semua layu. Masukkan Sambal Bangkok Indofood, bumbu pecel siap pakai, garam, gula. Apabila terlalu pedas, dapat ditambahkan kecap atau sesuai selera.
4. Masukkan jagung, wortel, sosis, daging ayam ke dalam wajan, tumis sebentar. Beri air, masak terus hingga kuahnya terserap. Jika ingin lebih kental, dapat ditambahkan tepung maizena yang dilarutkan dengan air dingin. Aduk sebentar, angkat.
5. Tuangkan saus di atas spaghetti rebus. Taburi dengan keju cheddar parut. Siap dihidangkan. (untuk 2-3 porsi)

* Spaghetti Leg aMur GaSheep artinya “Lek Gak Murah Gak Sip (Kalo Nggak Murah Nggak Oke ^_^)”. Maaf ya, ngga ada fotonya… Keburu buas beringas, jadi gak pake poto-potoan. Berawal dari keadaan kelaparan, terus cuma nemu sebungkus spaghetti, dan luru-luru (memulung) bahan2 di kulkas dan sisa makanan semalam. SubhanaLlah, My Brother… You’re my inspiration in cooking. Hihh, ngirriiii… T_T

***********Good Luck***********

UAS Yang Kacau..

Aduh…#%$#&#^$II&#$#%$^*(#

Sudahlah. Blog ini dibuat bukan buat mengeluh, tapi untuk cari solusi. AYA, SEMANGAT!!

BONEKA DAKWAH SEKOLAH

(Written for 31 Mei 2009)

Hari ini aku membongkar lemari pakaian besar yang ada di tepian tangga lantai 2 rumahku. Habis pusing sih, baju-baju pating slengkrah, nggak tertata rapi. Dan dalam acara membongkar itu, aku menemukan sesuatu di belakang tumpukan baju : sebuah kotak karton sepatu panjang berwarna ungu. Pada awalnya, aku hanya menduga kalau itu salah satu koleksi sepatu ibuku. Tetapi ketika kubuka, aku temukan sebuah benda yang sangat berharga bagiku : Boneka Teddy. Apa istimewanya? Bukankah aku tidak terlalu suka boneka?
Boneka putih empuk ini adalah pemberian adik-adik binaanku di SMA 1 Batu ketika aku berulang tahun, yaitu pada tanggal …-…-19… (rahasia, wekks..). Bonekanya lucu banget. Bulunya panjang-panjang, berwarna putih, empuk, kupingnya oranye dan memakai jaket kuning. Belakangan ini baru aku menyadari kalau si boneka mengalami perpaduan luka lacerasi dan avulsi di tengkuknya. Duh, kasihan… Mendadak, menjelmalah aku menjadi dr. Tsurayya, Sp.B (spesialis bedah umum), yang menjahit ‘luka’ si Bon-bon. Supaya bekas jahitan nggak kelihatan, kebetulan benang yang kupakai adalah benang hitam, (Yaah, nggak modal banget si. Maklum pembaca, nyari benang putih yang sesuei dengan kulit si Bon pas susyahh…), maka aku pakai teknik penjahitan subcuticular bersambung aja (lihat gambar). Dan, TARRAAA… benang itemnya enggak kelihatan!! Waw, senangnya kayak pas TeKa dulu, main doktel-doktelan…

Anita, Nida, Angel dan Mieke. Merekalah adik-adik binaan yang memberikanku boneka itu. Saat itu, aku tidak menyangka sama sekali kalau aku akan diberi kado semanis ini. Dan aku juga nggak nyangka kalau mereka mengingat ulang tahunku. Adik-adikku sayang, I Miss You!!! Hal ini sungguh penting bagiku. Adanya pemberian dari mad’u kepada murabbi berarti telah ada tanda keterikatan hati antara mereka. Padahal, keterikatan hati akan lebih memudahkan mad’u untuk menyerap materi-materi yang disampaikan, dan meneladani akhlaq yang ditunjukkan oleh sang murabbi. Aku sungguh menyesal, karena pada saat itu aku tidak terlalu sempat untuk memelihara mereka sampai ‘dewasa’. Aku selalu sedih kalau teringat mereka. Mereka dianugerahkan Allah pada masa awalku membina. Dan setelah sekian lama, aku merasa masih belum ada mad’u yang sesabar dan semanis mereka. Hehe… waktu itu murabbinya agak bandel sih… ^_T
Sampai sekarang, si Bon-bon inilah yang menyemangatiku jika aku sedang teler di medan dakwah sekolah. Dia yang membantu memberanikanku aku ketika jalan ini rasanya berat ditempuh. Dia mengingatkanku pada adik-adik yang memberikannya, agar aku tidak menyerah dan tidak sampai menyesal. Karena, seringkali orang yang tidak kita duga-duga malah memiliki potensi kehanifan terpendam yang jauh lebih besar. Dan harusnya aku nggak boleh melewatkannya. Karena sesungguhnya, dakwah sekolah adalah ladang yang sangat subur untuk menebar bibit kebaikan. Kepolosan, ketsiqohan, kecerdasan dan fitrah suci siswa-siswa itu membuatnya lebih mudah untuk diarahkan.
Dan seringkali, hasil didikan aktivis dakwah sekolah yang meskipun kelihatannya mbleler pas SMA (kajian bolong2, mentoring jarang masuk, pakaian belum nyar’i blass, pacaran), eh ternyata di kampusnya nanti terekrut menjadi aktivis dakwah kampus yang militan. Who knows? Sepertinya dakwah sekolah yang telah menempa fitrahnya sehingga lebih mudah menerima perjuangan dakwah di kampusnya. Dan ketika Aya sendiri menemui yang peristiwa ini, waduh tak terlukiskan betapa senangnya… Yakinlah kawan, perjuangan ini nggak akan pernah sia-sia. Karenanya, untuk seluruh penggerak dakwah sekolah di seluruh Indonesia :

KEEP FIGHTING!!
DON’T WORRY, OUR HARDWORK WOULD NEVER BE MEANINGLESS! COME ON AND JOIN TO,
‘SAVE OUR STUDENT’ CAMPAIGN!!

UAS tinggal 10 hari lagi…

Hari ini H-10 UAS, dimana ia akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2009. Lha kok aku santai aja ya? Ya’apa se? Woi-woi-woi… Belanda menyerang tuh…

« Entri lama Entri Lebih Baru »